Menyikapi Persebaran Covid-19 di Dunia Pendidikan, Ketua PGRI Sulteng Angkat Bicara

0
890

PALU, Sultengmembangun.com – Penyebaran virus korona (covid-19) saat ini semakin massif di wilayah Indonesia baik secara kuantitas jumlah positive. Korona yang terus meningkat maupun area persebarannya yang semakin meluas.
Meskipun wilayah Sulawesi Tengah belum dinyatakan secara resmi sebagai wilayah terdampak, akan tetapi sampai saat ini telah “diindikasikan” beberapa kasus berada dalam “pantauan” dan “pengawasan,” pihak terkait. Dan mengingat persebaran covid-19 yang begitu intensif, maka PGRI Sulawesi Tengah menilai ini hal yang sangat penting untuk dilakukan amtisipasi dalam upaya penyelamatan diri dari Bahaya Covid-19.

Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini
S.Pd.M.Si, melalui press releasenya, Minggu (15/03/2020),menyampaikan beberapa hal penting terkait upaya antisipasi persebaran virus corona.

Sebagai Ketua PGRI Sulteng, pihaknya mendesak dan berharap agar pemerintah daerah terus dan intensif melakukan analisis mendalam potensi terpapar covid-19 disertai langkah-langkah antisipastif yang perlu dilakukan.

Disisi lain, pihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota, serta kementerian agama Provinsi Sulawesi Tengah dan kementerian agama kabupaten/kota perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengambil langkah-langkah tepat mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat secara keseluruhan

BACA JUGA  Dirpolairud Polda Sulteng Bagi Sembako kepada Nelayan di Pesisir Pantai Donggala

Namun menurutnya, jika dilihat dari analisis pihak terkait khususnya pemerintah daerah menilai perlu meliburkan siswa, maka PGRI Sulawesi Tengah sangat mendukung sepenuhnya kebijakan meliburkan siswa untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat secara keseluruhan.

Dan bilamana langkah pemerintah daerah meliburkan siswa ditempuh dengan bijak, maka PGRI Sulawesi Tengah dapat menitip sumbang saran diantaranya terkait kebijakan meliburkan siswa dapat dipetakan sesuai kondisi daerah. Misalnya, bagi daerah yang paling mendesak adalah ibukota provinsi dan ibukota kabupaten yang mobilitas dan interaksi warganya sangat tinggi. Sementara untuk daerah lain, seperti wilayah pedesaan perlu alternatif-alternatif yang tepat dan sepenuhnya diserahkan kepada pemda masing-masing.

Disatu sisi, terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional dapat dilakukan setelah keadaan dianggap kondusif.
Dan bagi siswa dohimbau jika tidak dalam keadaan mendesak, maka para siswa dilarang untuk keluar rumah dan menghindari keramaian serta tetap memanfaatkan waktu di rumah untuk belajar secara mandiri,” imbuhnya.

Demikian halnya bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, bila tidak dalam keadaan mendesak juga sedapat mungkin tidak keluar rumah dan menghindari tempat keramaian.

BACA JUGA  Enam Kios, Sesaat Ludes Dilalap SiJago Merah

Para pendidik terutama wali kelas dan guru BP diharapkan tetap memantau anak didiknya untuk memanfaatkan waktu selama libur dengan belajar secara mandiri atau memanfaatkan pembelajaran daring (online) sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang dimiliki.

Dan yang tak kalah pentingnya lagi, tuturnya, Kita semua harus tetap menjaga pola hidup sehat dengan senantiasa berdoa dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi wabah internasional ini sehingga selalu dan tetap waspada tetapi tidak panik secara berlebihan. (**Nila).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here