oleh

Menkes RI Jelaskan Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Kedua Mulai Pekan ini Hingga Juni 2021

Rapat virtual dengan Menkes RI Bahas Lanjutan Vaksinasi Tahap Dua. (F-ist)

SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU – Gubernur Sulteng diwakili oleh Wagub Dr. H. Rusli Dg. Palabbi, SH, MH mengikuti rapat virtual evaluasi penanganan dan vaksinasi COVID-19 didampingi oleh Pj Sekda H. Mulyono, SE.Ak, MM dan Kadis Kesehatan Sulteng dr. I Komang Adi Sujendera, Sp.PD,
Senin (22/2/2021).

Pada rapat virtual tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan beberapa hal penting terkait vaksinasi covid 19 dan menekankan kepada seluruh Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk memperhatikan proses pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini.

Menkes Budi Gunadi menyebutkan beberapa hal antara lain agar pemda setempat segera memfasilitasi kembali para tenaga kesehatan untuk divaksinasi setelah mereka dinyatakan sudah lolos screening.

Karena itu masing-masing Pemda diharapkan untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan guna memastikan vaksinasi tahap kedua kepada petugas publik dan lansia. Mengingat waktu pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dimulai minggu ini hingga Juni 2021.

Selain itu, Menkes Budi Gunadi juga mengharapkan agar masing Pemda membangun sentra-sentra vaksinasi berskala besar dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

BACA JUGA  Wali Kota Surabaya, Risma Bantu Program Penanggulangan Pasca Bencana

Vaksinasi harus diikuti dengan peningkatan testing dan isolasi pasien COVID-19 yang lebih ketat.

” Kami mohon dukungan semua kepala daeerah, untuk bersama-sama mensukseskan vaksinasi tahap kedua ini dan semoga 38 juta rakyat Indonesia semuanya bisa divaksin,” harapnya.

Disisi lain, Menkes Budi Gunadi menjelaskan bahwa kekebalan penuh terhadap COVID-19 baru 28 hari setelah penyuntikan vaksin kedua atau 42 hari setelah dua kali disuntik.

“Jadi kalau ada teman-teman yang (sudah divaksin) merasa kebal itu agak salah, nanti (khawatirnya) melupakan protokol kesehatan,” sambungnya meluruskan persepsi keliru selama ini.

Menguatkan arahan menkes, Mendagri Tito Karnavian meminta Pemda meningkatkan edukasi dan sosialisasi vaksin kepada masyarakat.

Termasuk melakukan pendataan yang valid kepada calon penerima vaksin dan membuat rencana aksi untuk distribusi dan vaksinasi di daerah.

Lalu menambah sarana testing dan tempat isolasi pasien COVID-19 yang memadai.

“Kemampuan testing harus ditingkatkan baik dengan rapid antigen maupun Genose yang sedang dikembangkan,” pungkasnya.(NL)

Komentar

News Feed