Menjala Udang Jadi Pilihan Bagi Nelayan di Kampung Lere

0
458

Seperti inilah kondisi para istri nelayan di Kampung Lere. kota Palu. Mereka ikhlas bekerja membantu suami, walau harus melawan teriknya sang mentari.(foto:Nila)
PALU – Selama musim udang di Palu, kalangan ibu-ibu nelayan di Kampung Lere yang tinggal di pengungsian, harus turun ke pinggir pantai untuk menjemur udang yang dijala oleh para suami mereka di sepanjang muara sungai palu.
Suding, salah seorang dari sekian nelayan di kampung Lere, Kota Palu, kini lebih memilih menjala udang ketimbang pergi memancing. Karena hasil yang diperoleh dengan menjala udang lebih menjanjikan ketimbang memancing ikan ditengah lautan.
Apalagi sekarang ini, kata dia, masih musim ombak jadi sangat beresiko baginya untuk melaut.
“Kami lebih baik menjala udang, daripada memancing ikan dan harus bertaruh nyawa ditengah lautan. Karena saat ini lagi musim ombak jadi kami juga takut untuk melaut,” kata Suding.
Sementara udang hasil tangkapan semalam, keesokan paginya dijemur lagi oleh para ibu nelayan. ” kalau pagi kami harus ke pantai menjemur udang. Dan malam harinya barulah kami kembali ke tenda pengungsian yang ada di donggala kodi,” kata Nisa, istri dari Suding, nelayan di Kampung Lere.
Suding mengakui kalau dimusim udang, dirinya berjibaku menjala udang di sepanjang teluk muara sungai palu.
“Hasilnya lumayanlah untuk memenuhi biaya hidup,” tutur Suding.
Karena dari sisi harga, penjualan udang kering (ebi) dibandrol senilai Rp80 ribu per kilogram. Dan kadang sekali menjala mereka bisa dapat sampai 20-25 kilogram. Tentunya menurut mereka ini lebih menguntungkan. Hanya saja, kata Suding, musim udang begini paling lama hanya sebulan saja.
Terkait soal pemasaran, mereka tidak khawatir lagi karena pembeli atau pemborongnya sudah jelas.
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Stabilisasi Harga, Program Pangan Murah Hadir dengan Harga Distributor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here