Mengaku Anggota BIN/KPK, Rifki Berhasil Ditangkap Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Banawa, Polres Donggala

0
446

Bersama sejumlah barang bukti dan identitasnya, Rifki pelaku pemerasan terhadap Aparat Pemerintah di Desa Kola-kola kini sudah diamankan di Polres Donggala.(F-ist)

DONGGALA, Sultengmembangun.com – Aksi cepat tanggap yang dilakukan oleh pihak Polres Donggala dalam menangkap Rifki (31), yang mengaku sebagai anggota Anggota BIN ( Badan intelijen Negara) dan juga mengaku sebagai Anggota KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), diapresiasi oleh aparat pemerintah di Desa Kola-kola Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala.

KTP Pelaku

Rifki, ditangkap selang sehari pasca kejadian, setelah dia melakukan pemerasan terhadap Moh Rifat, Sekertaris Desa (Sekdes) Kola-kola,Kecamatan Banawa Tengah, Donggala, ungkap Kapolres Donggala, AKBP Dadang Wahyudi, SH,S.I.K, M, yang disampaikan melalui press releasenya.

Kata Kapolres Donggala, pelaku yang mengaku anggota BIN dan Anggota KPK ini (Rifki), berhasil ditangkap oleh Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Banawa, pada Jumat (1/11/2019) Sekitar pukul 14.00 wita bertempat di kantor Desa Kola-kola.

” Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Banawa melakukan penangkapan terhadap Rifki, setelah mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya OTK yang melakukan pemerasan terhadap aparat desa Kola-kola Kecamatan Banawa Tengah Kabupaten Donggala. Dan saat itupula,Bhabinkamtibmas Polsek Banawa bersinergis dengan Bhabinsa melakukan pengecekan dan segera mengamankan pelaku dan membawannya ke Kantor Polres Donggala,” kata AKBP Dadang Wahyudi.

BACA JUGA  Akurasi Data Korban Bencana di Sulteng Masih Jadi Kendala dalam Proses Pencairan

Kronologis kejadiannya, pada Kamis 31 Oktober 2019, sekitar pukul 14.30 Moh Rifat (Sekdes Kola-kola) didatangi oleh orang yang tidak dikenal yang mengaku sebagai anggota BIN (Badan Intelijen Negara) yang mengaku sebagai anggota KPK dan alasannya mau melakukan periksa pembukaan Jalan Kantong produksi di Desa Kola Kol Kec. Banawa Tengah. Dan pada saat itu, OTK tersebut mengancam dan meminta sejumlah uang dan apabila tidak diberikan maka yang bersangkutan mengancam ketua TPK dan aparat desa untuk diperiksa di pusat, sehingga Amir (bendahara desa) atas perintah Sekdes memberikan uang sebanyak Rp. 1.000.000 yang dimasukkan keamplop lalu diberikan kepada orang tersebut lalu pergi.

” Selang kejadian, aparat pemerintah desa Kola-kola bersama masyarakat yang mulai merasa curiga, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Bhabinkabtimas Polsek Banawa dan Babinsa setempat. Dan pasca menerima laporan itu, petugas langsung bergerak mencari pelaku yang saat itu masih dalam status sebagai OTK,” jelasnya.

Dan alhasil, OTK tersebut berhasil ditangkap oleh petugas Bhabinkamtibmas Polsek Banawa dan Babinsa. Setelah dilakukan interogasi dan pengecekan oleh anggota terhadap identitas KTP OTK tersebut, diperoleh data OTK bernama Rifki, TTL: Kebinuang 25 November 1988, Tinggi: 161 cm, Agama : Islam, Pekerjaan : Swasta, Alamat : Desa Kebinuang Kec. Dampal Utara Kab. Toli-toli.

BACA JUGA  Gubernur Sulteng : Gunakan Hak Pilih Ciri Warga Negara Taat Aturan

” Data tersebut sesuai dengan yang ada dj KTP pelaku dan Ijazah SD Pelaku,” urainya.

Untuk langkah tindak lanjut, Rifki yang awalnya sebagai OTK dan mengaku anggota BIN dan anggota KPK, kini sudah diamankan di Polres Donggala untuk dilakukan penegakan hukum atas perbuatannya. Dan jika yang bersangkutan terbukti melakukan pemalsuan identitas dan melakukan pemerasan terhadap aparat Desa Kola-kola, maka penegakan hukum akan terus dilanjutkan sesuai dengan aturan yang berlaku. (Nila*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here