Menangkal Hoax di Medsos, Polres Donggala Angkat Bicara terkait Biaya Perawatan DPO Reynaldi

0
238

Kasat Serse Polres Donggala, Iptu I Kadek Widhia Kartika Putra, S.TK

PALU, Sultengmembangun.com – Menangkal berita hoax yang menyebar di medsos terkait informasi tentang penelantaran korban penembakan polres Donggala, membuat pihak polres Donggala terpaksa harus angkat bicara.

Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu I Kadek Widhia Kartika Putra, S.TK didampingi Kanit Pidum Polres Donggala, Ipda Hisbullah pada konfrensi pers, Sabtu (30/5/2020), meluruskan informasi tersebut.

Dia mengatakan bahwa seluruh biaya perawatan DPO Polres Donggala atas sejumlah kasus tindakan kriminal yang dilakukan oleh Reynaldi alias Rey, mulai dari pertama masuk ke RS Bhayangkara hingga dirujuk ke RS Anutapura Palu, semuanya ditanggulangi oleh pihak kepolisian.

Total biaya yang dibayarkan pihak Kepolisian ke pihak Rumah Sakit Bhayangkara sebesar Rp26.195.150. Begitupula ketika Reynaldi dirujuk ke Rumah Sakit Anutapura Palu, pihak Kepolisian kembali membiayai seluruh biaya perawatan Reynaldi sebesar Rp15.746.745 lebih. Sehingga, total dana yang sudah dikeluarkan oleh pihak Kepolisian untuk pembiayaan medis Reynaldi di dua rumah sakit itu sudah mencapai kurang lebih Rp42 juta.

BACA JUGA  Ditreskrimsus Polda Sulteng Amankan Ribuan Botol Kosmetik Ilegal

“Ini belum termasuk pembiayaan di Rumah Sakit Bhayangkara karena setelah dari Anutapura, Reynaldi kembali dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, untuk menjalani perawatan medis berikutnya,” kata Iptu I Kadek sembari menambahkan bahwa kondisi Reynaldi saat ini sudah semakin membaik.

Kondisi Reynaldi alias Rey, setelah mendapat perawatan di dua RS, kini sudah mulai membaik.(F-ist)

Sementara itu, Ipda Hisbullah menambahkan bahwa Reynaldi merupakan DPO Polsek Sindue, Kabupaten Donggala dengan
sejumlah tindak pidana kekerasan yang dilakukan di wilayah Desa Toaya Vunta, termasuk di beberapa desa di Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

“Rey ditetapkan DPO setelah lolos dari penangkapan dengan komplotannya yang sering melakukan berbagai tindakan kriminal. Dia lolos namun satu rekannya berhasil ditangkap pada 26 Januari 2019,” ucapnya.

Kanit Pidum Polres Donggala, Ipda Hisbullah.

Dan pihaknya melakukan penangkapan sudah sesuai prosedur, yakni dengan memberikan surat panggilan tersangka 1 dan 2 pada tahun 2019.

Lanjutnya, surat panggilan pertama tersangka dengan nomor S.pgl /43/III/RES 1.6 /2019 / RESKRIM pada 20 maret 2019, dan tersangka tidak hadir. Kemudian surat panggilan kedua S.pgl / 43.a /III/ RES. 1.6/2019/RESKRIM pada 26 maret 2019, baik tersangka Rey maupun pihak keluarga tidak menggubris surat pemanggilan yang sudah 4 kali dilayangkan kepada Tersangka Rey.

BACA JUGA  Sepekan ini, Gubernur Marathon Meninjau Lokasi Bencana di Wilayah Parigi dan Poso

“ Selain memberikan surat panggilan, kami juga sudah melakukan upaya persuasif dengan mengunjungi rumah keluarga Rey. Dan meminta pihak keluarga untuk secara kooperatif menyerahkan Reynaldi ke pihak kepolisian. Namun hal itu tidak juga ditanggapi sehingga pihak Reskrim Polres Donggala mengeluarkan DPO terhadap tersangka ke Polsek Sindue dengan nomor DPO /07/IV /RES.1.6/2019/RESKRIM pada 20 April 2019,” jelasnya sembari mengatakan bahwa sebelumnya ada 3 kasus tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh Reynaldi namun diberikan diversi mengingat pelaku masih dibawah umur sehingga diminta kepada pihak keluarga untuk melakukan pembinaan.

Kemudian kata dia, pada tanggal 26 April 2020 Satreskrim Polres Donggala melakukan upaya paksa dengan surat tugas penangkapan dengan nomor : SP.KAP /33/IV /RES.1.13/2020/RESKRIM.

” Pada saat Ditangkap tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan palu atau martil. Sehingga kami pun melakukan tindakan sesuai dengan Perkap nomor 8 Tahun 2009 Pasal 48 huruf b,” tambahnya.

Dia menjelaskan, Perkap nomor 8 Tahun 2009 Pasal 48 huruf b menjelaskan bahwa sebelum menggunakan senjata api, polisi harus memberikan peringatan yang jelas.

BACA JUGA  Melambung Tinggi, Harga Bawang Putih di Palu Tembus Rp100 Ribu / kg

Yakni menyebutkan dirinya sebagai petugas atau anggota Polri yang sedang bertugas, memberi peringatan dengan ucapan secara jelas dan tegas kepada sasaran untuk berhenti, angkat tangan, atau meletakkan senjatanya; dan memberi waktu yang cukup agar peringatan dipatuhi.

Kata dia, sebelum melepaskan tembakan, polisi juga harus memberikan tembakan_peringatan ke udara atau ke tanah dengan kehati-hatian tinggi dengan tujuan untuk menurunkan moril pelaku serta memberi peringatan sebelum tembakan diarahkan kepada pelaku, sesuai pasal 15 Perkap nomor 1 Tahun 2009.

“Karena tersangka mengancam kepada anggota buser Polres Donggala, penggunaan senjata api terhadap tersangka kami pun sesuai dengan Pasal 8 ayat [1] huruf C Perkap No. 1 Tahun 2009,” terangnya.

Pasal 8 ayat 1 huruf C Perkap nomor 1 Tahun 2009 menjelaskan bahwa anggota Polri sedang mencegah larinya pelaku kejahatan atau tersangka yang merupakan ancaman segera terhadap jiwa anggota Polri dan masyarakat.(Nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here