Mei 2019, Inflasi Kota Palu Diatas Nasional

0
223

BPS Sulteng saat merilis data strategis inflasi/deflasi yang terjadi selama Mei 2019 di Sulawesi Tengah. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Secara berkala setiap bulannya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah merilis data terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam hal ini biasa disebut inflasi/deflasi di Kota Palu.

Kepala BPS Sulteng, Ir. Faizal Anwar, MT, saat merilis data inflasi /deflasi yang terjadi pada Mei 2019, menyebutkan bahwa Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,97 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding inflasi nasional.

” Capaian angka inflasi di Kota Palu sebesar 0,97 persen pada Mei 2019, dinilai cukup tinggi dibanding inflasi beberapa bulan sebelumnya. Tentunya ini harus menjadi perhatian kita semua terutama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulteng,” tandas Faizal Anwar pada press release yang berlangsung Senin (10/6/2019), di ruang release kantor sementara BPS Sulteng.

Menindaklanjuti soal inflasi, Kepala BPS Sulteng, yang diwakili Kabid Statistik Distribusi BPS, GA. Nazer menjelaskan dengan inflasi sebesar 0,97 persen memposisikan Kota Palu pada Kota Palu peringkat ke-23 inflasi tertinggi
nasional dan peringkat ke-10 di kawasan Sulampua.

BACA JUGA  Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Perkembangan Kepribadian

” Dari 82 Kota pantauan IHK nasional, sebanyak 81 kota mengalami inflasi dan hanya 1 kota yang mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,91 persen dan terendah di Kota Kediri sebesar 0,05 persen. Sementara Kota Merauke menjadi satu-satunya yang mengalami deflasi yakni sebesar 0,49
persen sedangkan Kota Palu masuk dalam kategori kota yang tertinggi inflasinya pada Mei 2019,” jelas Nazer.

Secara rinci dipaparkan bahwa kelompok penyumbanh terbesar pada inflasi sebesar 0,97 persen di Kota Palu adalah
kelompok bahan makanan sebesar 3,72 persen, diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,65 persen), kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan (0,51 persen), kesehatan (0,10 persen), serta sandang (0,08 persen). Sedangkan indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,02 persen.

” Kelompok bahan makanan dan kelompok
Makanan jadi memberikan andil yang paling besar terhadap inflasi Kota Palu di bulan Mei 2019,” jelasnya.

BACA JUGA  Sulteng Bangga Miliki Jodjokodi Convention Centre (JCC)

Untuk Laju inflasi tahun kalender bulan Mei 2019 sebesar 1,15 persen, dan inflasi year on year (Mei 2019 terhadap Mei 2018) tercatat sebesar 6,29 persen

Dalam periode yang sama tiga tahun terakhir, inflasi Kota Palu bulan Mei 2019 sebesar 0,97 persen adalah yang tertinggi dibandingkan periode Mei tahun 2017 dan 2018 dengan inflasi masing-masing sebesar 0,81 persen dan 0,26 persen. Namun laju inflasi tahun kalender periode Desember 2018 hingga Mei 2019 sebesar 1,15 persen menjadi yang terendah bila dibandingkan
periode yang sama di tahun 2017 dan 2018 dengan inflasi masing-masing sebesar 3,16 persen dan 1,31 persen. Inflasi year on year periode Mei 2018 hingga Mei 2019 sebesar 6,29 persen juga
merupakan capaian inflasi tertinggi dibandingkan inflasi year on year periode Mei pada tahun
2017 dan 2018 dengan inflasi masing-masing sebesar 5,10 persen dan 2,46 persen. (Kiki)

REDAKTUR : NIlA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here