Maknai Peringatan Harkitnas Sebagai Momentum Sulteng Bersatu

0
192

Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola memimpin pelaksanaan upacara Harkitnas ke-111 yang di laksanakan Senin 20 Mei 2019.(F-ist)

PALU, Sultengmembangun.com – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111, Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 111 tahun 2019.

Upacara yang digelar di lapangan kantor Gubernur Sulteng, Senin (20/5/2019), ini dihadiri para Forkopimda Sulteng, Kepala OPD/ BUMN/BUMD, dan aparatur sipil negara (ASN).

Dalam sambutan menkominfo disampaikan bahwa dalam naskah Sumpah Palapa, yang ditemukan pada Kitab Pararaton, tertulis Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada. Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”.

Diuraikan, memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan “amukti palapa”. Namun, meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan kesenangan diri sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

BACA JUGA  Safari Ramadhan, Sekdarpov Sulteng Hadiri Lomba Desa di Bangkep

“Sumpah Palapa merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam NKRI saat ini,” urai gubernur Longki. .

Peringatan Harkitnas 2019 kali ini, ungkapnya, sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Saat ini, Indonesia berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

“Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” katanya.

Lebih lanjut dipaparkan, telah lebih satu abad Indonesia menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, Indonesia mampu membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini.

BACA JUGA  Instruksi Polisi, Stop Gali Material Sungai Meko Diapresiasi Masyarakat

“Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia,” tandasnya.

Dengan mengusung tema Bangkit Untuk Bersatu, peringatan Harkitnas ke 111 tahun 2019 ditutup dengan jabat salam sebagai bukti bahwa persatuan dan kesatuan dikalangan ASN tetap terbina dengan baik. (NP)
REDAKTUR : NILA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here