Maknai Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Diminta Jaga Ekosistem Alam

0
225

Peringatan upacara bulanan setiap tanggal 17, dirangkaikan dengan upacara dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, yang dipimpin gubernur Sulteng, di halaman kantor gubernur, pada Rabu 17 Juli 2019.(F-humasprov)

PALU, Sultengmembangun. com – Berdasarkan data WHO setiap tahun ada 7 juta orang meninggal karena polusi udara dan di dunia tercatat 9 dari 10 orang terpapar pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri pertanian dan pembakaran sampah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola M.Si dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Siti Nurbaya M.Sc pada upacara gabungan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019 bertempat di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah Rabu (17/7/2019).

Untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor, kata gubernur, dapat dilakukan dengan upaya penhijauan kota seperti memperbanyak taman kota, menyediakan tempat bagi para pejalan kaki yang teduh dan nyaman, fasilitas umum yang bersih dan yang terpenting lagi adalah mendorong proses perubahan perilaku untuk tidak membuang sampah secara sembarangan.

BACA JUGA  Informasi Pemutihan Piutang Bagi Para Debitur Korban Bencana Masih Ngambang

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengendalian polusi udara antara lain dengan penerapan penggunaan bahan bakar bersih secara standar yang berpotensi menurunkan tingkat emisi CO sebesar 55% atau 280.721,8 ton per tahun, pengurangan emisi sulfur dioksida dan sekaligus memberikan keuntungan ekonomi sebesar Rp.1.970 triliun dari pengurangan biaya kesehatan pengurangan biaya produksi kendaraan bermotor dengan standar antara kendaraan untuk pemakaian dalam negeri dan untuk ekspor serta pengurangan biaya subsidi bahan bakar selama 25 tahun penerapannya.

Kebijakan penggunaan bahan bakar biodiesel 20% atau dikenal B 20 sebut Gubernur dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan selain memberi kontribusi dalam mengurangi emisi CO2 hingga 6 sampai 8 juta ton per tahun dibanding dengan penggunaan solar murni juga dapat memperbaiki kualitas proses pembakaran kendaraan bermotor

Upaya pengendalian polusi udara sebut Gubernur, perlu diimbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambah kapasitas reduksi polusi udara untuk itu kementerian lingkungan hidup dan kehutanan menargetkan penanaman pohon seluas 207.000 hektar pada tahun 2019 ini dan terfokus pada 15 das prioritas, 15 danau prioritas, 65 dam bendungan dan daerah rawan bencana.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Lantik Rusli Dg Pallabi Jadi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah

Gerakan tersebut akan memberi dampak yang lebih besar jika seluruh pihak berpartisipasi dengan target menanam dan memelihara 25 pohon seumur hidup. target 25 pohon itu dapat dilakukan dengan menanam dan memelihara 5 pohon saat jenjang sekolah dasar, 5 pohon sekolah menengah pertama, 5 pohon sekolah menengah umum, 5 pohon perguruan tinggi dan 5 pohon saat menikah.

“Oleh sebab itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program penanaman 25 tahun seumur hidup dalam rangka menjaga kualitas udara, air, tanah serta ekosistem di bumi ini,” jelas Gubernur dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(hms)
Editor : Nila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here