Lem Aibon Kerap Disalahgunakan, Ini Bahaya ‘Ngelem’ Bagi Kesehatan

0
119

Lem Aibon adalah lem perekat serbaguna yang umum dimanfaatkan untuk merekatkan melamin, logam, beton, kayu, hingga karpet. Namun karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan, benda ini sering kali disalahgunakan sebagai sarana mabuk-mabukan. Aromanya yang menyengat justru dipakai untuk ‘ngelem’ hingga menimbulkan efek melayang yang menyebabkan kecanduan. Bila terus dibiarkan, ada sejumlah bahaya yang mengintai pada tubuh orang yang suka ‘ngelem’ dengan lem Aibon.

Apa tanda dan gejala kecanduan ‘ngelem’?
Mabuk dengan cara menghirup lem alias ‘ngelem’ banyak dilakukan oleh orang-orang yang ingin mabuk dengan cara instan dan murah, kebanyakan di antaranya adalah pelajar. Ya, harga lem Aibon yang terjangkau ini sering kali disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi melayang-layang.

Kategori inhalansia ini banyak digunakan oleh remaja sebagai alternatif yang lebih murah untuk mabuk-mabukan. The National Institute on Drug Abuse mencatat bahwa inhalansia adalah satu-satunya zat yang banyak disalahgunakan oleh remaja usia muda daripada remaja yang usianya lebih tua.

Selain sensasi melayang, tanda dan gejala seseorang mabuk akibat menghirup lem Aibon alias ‘ngelem’ antara lain:

BACA JUGA  Rektor : Re-Akreditasi Prodi Prioritas Kerja Menuju Peralihan Status IAIN-UIN

Sakit kepala
Pusing
Mual dan muntah
Sakit perut
Muncul ruam di sekitar mulut, dapat meluas ke wajah
Perubahan suasana hati
Susah konsentrasi
Tidak bisa membuat keputusan
Hilang minat untuk beraktivitas normal seperti biasa
Kesemutan di tangan dan kaki
Kehilangan koordinasi
Kelelahan
Apatis

Sensasi melayang dan halusinasi akibat menghirup lem Aibon mungkin terasa menyenangkan. Akan tetapi, efek ini hanyalah sementara dan bertahan beberapa menit. Tubuh Anda justru akan dihantui oleh berbagai efek yang lebih berbahaya bagi kesehatan.

Berbagai bahaya menghirup lem Aibon untuk mabuk
Kebiasaan menghirup lem Aibon untuk mabuk-mabukan bisa mengancam jiwa. Meskipun terkadang efeknya tidak fatal, tapi risiko yang muncul akibat ‘ngelem’ tetap saja membahayakan otak dan sistem pernapasan.

Berikut ini beberapa bahaya menghirup lem Aibon untuk mabuk-mabukan, antara lain:

1. Gagal napas akut
Gagal napas akut adalah kondisi yang terjadi ketika oksigen di dalam tubuh tidak cukup untuk menjalankan fungsi pernapasan. Menghirup lem Aibon secara terus-menerus bisa menjadi penyebab gagal pernapasan akut ini.

BACA JUGA  Penyemprotan Disinfektan Covid-19, Palu Masih Jadi Konsentrasi Aksi Gerindra Peduli

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol juga dapat menyebabkan kegagalan napas kronis. Gagal napas kronis adalah kondisi dimana tubuh tidak dapat mengambil oksigen yang cukup dari waktu ke waktu. Pada kasus yang serisu, gagal napas kronis dapat menyebabkan koma.

2. Kerusakan otak
Menghirup lem atau inhalansia lainnya, terutama yang termasuk pelarut toluena dan naftalena, dapat merusak selubung myelin. Selubung myelin adalah selubung tipis di sekitar serat saraf otak dan sistem saraf.

Kerusakan pada selubung myelin dapat memicu gangguan fungsi otak dalam jangka panjang. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah neurologis lainnya yang mirip dengan gejala multiple sclerosis.

3. Gangguan ritme jantung
Paparan bahan kimia dalam lem Aibon yang dihirup terus-menerus untuk ‘ngelem’ dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia). Dalam beberapa kasus, aritmia dapat memicu gagal jantung fatal yang disebut dengan sindrom kematian mendadak akibat menghirup (SSDS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here