Kondisi Sulteng Makin Parah, Masuk dalam Lima Besar Penyalahgunaan Narkoba

0
112

Kepala BNNP Sulteng, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Suyono., M.M., M.B.A, merilis ungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di Sulteng.selama 2019.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Saat ini, Posisi Sulawesi Tengah masuk dalam posisi lima besar untuk penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Hal ini sangat memprihatinkan. Karena itu dibutuhkan keseriusan dari Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah, dalam menyikapi kondisi tersebut.
Salah satunya dengan membuat perda pemberantasan narkotika di masing-masing daerah Kabupaten/Kota.

Dari sisi pemberantasan, BNNP Sulteng telah melakukan berbagai upaya dalam mengungkap kasus narkotika di wilayah Sulawesi Tengah. .Karena pemberantasan penyalahgunaan narkoba bukan hanya kewenangan BNN akan tetapi menjadi kewajiban bersama. Pemerintah dan masyarakat beserta lintas sektoral harus bekerjasama dan membangun komitmen dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

Perlu diketahui bahwa sejak Januari – Desember 2019, BNNP Sulteng telah menangani sebanyak 49 kasus yang melibatkan 81 orang tersangka. Dan Barang bukti yang telah disita oleh BNN Se-Sulawesi Tengah dengan rincian :
– Shabu sebanyak 1339,86846 gram,
– Ganja 4,30 gram,
– Uang Tunai sebanyak Rp. 139.630.000,
– Roda Dua 3 Unit dan
– Roda 4 2 Unit.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Suyono., M.M., M.B.A, saat jumpa pers, kemarin, di kantor sementara BNNP Sulteng di jalan Dewi Sartika..

Suyono menyebutkan Selama 2019 BNNP Sulteng telah melakukan upaya penanganan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang.

” Upaya ini dilakukan terhadap tersangka H. Taufan Rahman, seorang residivis bandar narkoba dengan dugaan nilai aset pencucian uang sebanyak Rp. 3.036.129.000,” ungkapnya.

BNN Se-Sulteng terus mengupayakan pemberantasan narkoba secara maksimal melalui pemutusan jaringan narkoba agar mampu menurunkan supply narkoba diantaranya dengan memutuskan jaringan besar Malaysia dengan tersangka Alimuddin Bin Ajay, Jaringan Malaysia – Filipina dengan tersangka Hajar bin Tahir dan memutuskan jaringan internasional di dalam LP.

Langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan demand reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk pencegahan, BNNP Sulteng terus melakukan Diseminasi Informasi berupa sosialisasi Bahaya Narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari Intansi Pemerintah, Instansi Swasta, Kelompok Organisasi Masyarakat, Instansi Pendidikan dan Perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat.

Sejak Januari – Desember 2019, BNNP Sulteng telah melakukan diseminasi informasi hingga 735.779 orang. Dengan rincian 22.746 orang pelajar, 5.969 orang mahasiswa, 1.110 pekerja, dan 217.709 kelompok masyarakat. BNNP Sulteng juga memberikan informasi tentang P4GN melalui media sosial media cetak, maupun elektronik.

Selain diseminasi informasi, juga dilakukan advokasi pada pemangku kebijakan di instansi pemerintah dan swasta agar dapat membangun sistem lingkungan yang berwawasan anti narkoba seperti membuat aturan tentang sosialisasi narkoba, aturan penggunaan media (stiker, pamflet, spanduk, baliho, dll) dalam pencegahan narkoba.

BNNP Sulteng terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta aktif mencegah penyalahgunaan narkoba melalui pelatihan pengembangan kapasitas agar mampu menjadi penggiat-penggiat yang aktif dilingkungannya dalam mencegah peredaran gelap narkoba.(widya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here