oleh

Kisah Kader PK21 dalam Menjelajahi Sejumlah Pulau Kecil dengn Motor Laut

Abdul Rahman Harisa, salaah seorang kader PK21 saat menaiki motor laut mengunjungi pulau-pulau kecil yang twrsebar di wilayah kabupaten Tojo Unauna.(F-ist)

SULTENGMEMBANGUN.COM, TOJO UNAUNA – Meski panasnya mentari membakar kulit, namun hak itu tak menyurutkan semangat Tim teaching Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), untuk melakukan pendataan ke rumah warga.

Para tim teaching Kabupaten Tojo Unauna yang terdiri dari Wisna Masawa SE, Setiawan S.Sos, Drs agus D Ismail dan Abdul Rahman Harisa SKM tetap semangat dalam memulai tekad kami mensukseskan Pendataan Keluarga 2021 di Kabupaten Tojo Unauna

” Topografi Touna yang terdiri dari daratan dan gugusan pulau-pulau kecil, tak mematahkan semangat kami untuk beraksi. Tak hanya lewati gunung dan lembah, lautan pun kami arungi, untuk memberikan orientasi kepada kader pendata di 6 kecamatan wilayah kepulauan,”kisah Abdul Rahman dalam tulisannya.

Adapun 6 kecamaatan yang dimaksud yaitu kecamatan Batudaka 18 orang, Togean 32 orang, walea besar 16 orang, walea kepulauan 18 orang, talatako 13 orang dan una-una 18 orang.

BACA JUGA  Menkes RI : Dipercepat, Vaksinasi Lansia Dilaksanakan Bersamaan dengan Petugas Publik

Dengan menumpangi perahu mesin berukuran kecil selama tiga jam, kami menuju pulau. Sesekali ombak nakal menerjang dan membuat oleng perahu. Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang hanya tampak lautan luas yang mengapungkan pulau pulau kecil nan indah di atasnya. Sampai akhirnya kami menjejakkan kaki di kecamatan Batudaka, Togean, walea besar, walea kepulauan, talatako dan kecamatan una-una. Selama sepekan kami menetap di 6 kecamatan tersebut mulai 15 maret 2021, hingga kembali ke ibu kota kabupaten pada 23 Maret 2021

” Kamipun dimudahkan dalam menjalankan tugas ini, karena para kader pendata yang kami temui tak kalah semangat dalam berpartisipasi di PK21. respon mereka terhadap PK21 sangat bagus dengan partisipasi perempuan yang tinggi,” ungkapnya.

Para kader pendata, yang menjadi ujung tombak dilapangan, menjadi pihak pertama yang sangat merasakan kendala lapangannya terutama si jaringan akses tanpa batas yang masih susah dirasakan.

Kondisi inipun menyebabkan 2 kecamatan seperti di kecamatan walea kepulauan dan walea besar yang sepenuhnya terpaksa menggunakan formulir pada saat PK21

BACA JUGA  Gubernur Apresiasi Pergerakan Organisasi Nasyatul' Aisyiyah

Meskipun dengan potret wilayah demikian, tetapi hal itu tak membuat mereka untuk pantang menyerah, dan justeu semakin mantap melangkahkan kaki dengan restu dan doa keluarga yang selalu menyertai untuk menebar semangat dan berbagi ilmu di PK21.

” Satu tujuan kami yaitu agar seluruh keluarga di wilayah kepulauan terdata dengan baik dan benar oleh kader pendata dengan hasil yang berkualitas,” harapnya.(Misdian)

Komentar

News Feed