oleh

Ketika Pasangan HEBAT Unggul Dalam Debat Publik

Oleh : Efrain Limbong

Jalannya debat publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang digelar KPU Sulteng semalam, diikuti secara antusias oleh masyarakat Sulteng yang ditayang secara live dari tempat kegiatan.

Sebagai pendukung Pasangan Nomor urut satu Hidayat Lamakarate – Bartholomeus Tandigala (HEBAT), saya tidak melewatkan kesempatan untuk nonton bareng (Nobar) dari Sekertariat Pemenangan Rumah Perjuangan di Palu. Secara keseluruhan melihat penampilan pasangan calon dalam debat, maka saya menyimpulkan jika Pasangan HEBAT menjadi bintang dan unggul dalam debat tersebut. Bisa jadi kesimpulan ini dianggap subjektif, namun ada beberapa indikator sebagai penilaian objektif.

Pertama Memahami Topik Yang Diangkat. Secara keseluruhan Pasangan HEBAT lewat Calon Gubernur Hidayat Lamakarate yang dominan memberikan pendalaman sangat memahami topik yang diperdebatkan. Mulai dari masalah pertanian, penanganan bencana, lingkungan hidup, dana desa, industri hingga penanganan covid-19. Semua topik tersebut dipahami secara empiris dan komprehensif.

Misalnya saja soal Pertanian, Hidayat menegaskan berdasarkan temuan yang didapat di lapangan, permasalahan yang banyak dikeluhkan oleh petani diantaranya soal pupuk, peralatan pertanian dan kestabilan harga. Untuk menjawab masalah ini maka yang diperlukan adalah kehadiran Pemerintah untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi petani. Pemerintah yang peduli dan turut membantu setiap kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Berkaitan masalah dana desa (DD) menurut Hidayat yang terpenting adalah memastikan perangkat desa punya pemahaman yang terkait pemanfaatan dana desa tersebut. Dimana dana desa bukan hanya digunakan untuk penyelesaian pembangunan infrastruktur semata, tapi dapat dikelola menjadi sumber (usaha) baru untuk mendapatan pendapatan desa. Kalau pengelolaan tersebut berjalan, maka pendapatan desa tidak hanya akan bersumber dari bantuan ADD dan DD tapi juga dari pendapatan asli desa yang lain.

Terkait masalah Bencana Alam, saat mendapat pertanyaan dari Paslon nomor dua, Hidayat dan Bartholomeus mengatakan, secara gamblang bahwa dalam penanganan tanggap darurat bencana, sudah masuk dalam pemulihan pembedayaan masyarakat yang terdampak bencana. Dimana untuk pemberdayaan masyarakat korban dilakukan dengan memberikan stimulan dana bantuan kepada masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara ekonomi. Ditambahkan Bartholomues proses rehabilitas dan rekonstruksi bencana diiringi dengan pemulihan ekonomi.

BACA JUGA  KPID Sulteng Apresiasi Lembaga Siar Terbaik di Malam Anugerah Penghargaan

Terkait penanganan covid-19, Hidayat mengatakan, pola penanganannya akan tetap lanjutkan sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini. Melakukan langkah langkah antisipatif terhadap penderita dan penyebarannya. Dimana bagi masyarakat yang terdampak covid-19 harus mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Serta nendapat fasilitas yang diperlukan, agar tidak ada kesan Pemerintah lambat. Untuk warga lintas daerah yang kesulitan, jika terpilih nanti maka harus diberikan rapid test secara gratis.

Terkait masalah Infrastruktur, Hidayat menegaskan, dalam berbagai kunjungan yang dilakukan di Desa, besar harapan masyarakat agar pembangunan jalan desa, jalan kantong produksi dan jalan usaha tani dapat dilakukan. Namun jika mengandalkan APBD Propinsi, maka anggarannya tidak cukup untuk pembangunan infrastruktur jalan tersebut. sehingga skemanya adalah dengan melibatkan jaringan yang ada Kementerian dan Lembaga terkait lainnya. Hidayat memastikan jika terpilih nanti, maka akan memanfaatkan jaringan tersebut untuk membangun infrastruktur jalan yang ada di daerah.

Terkait kerusakan lingkungan, Hidayat menegaskan, persoalan lingkungan membutuhkan komitmen kuat dan berani dari Pemimpin untuk penanganannya. Pemimpin harus berani bertindak dan mengambil langkah cepat terhadap adanya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh adanya aktivitas usaha oleh perusahaan atau masyarakat yang tidak mengikuti aturan. Kerusakan tersebut tidak boleh dibiarkan terus menerus terjadi. Tiap usaha yang merusak lingkungan dan tidak ramah lingkungan harus diberi tindakan tegas oleh Pemerintah.

Terkait soal ekonomi masyarakat, Hidayat menjelaskan, Sulteng saat ini menjadi daerah penghasil untuk sumberdaya alam dan sumber daya hasil bumi berupa komoditi pertanian. Namun sebagai penghasil maka belum memberikan daya ungkit ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat. Karena itu harus diberikan kesempatan investor kewat industri untuk masuk guna memastikan potensi hasil bumi bisa dikelola. Menurut Hidayat jika terpilih dirinya memastikan industri akan difasilitasi oleh Pemerintah dengan satu jaminan harus memberi efek ekonomi kepada masyarakat ditingkat bawah.

BACA JUGA  Kunjungan Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Prov.Sulteng

Kedua, Penjelasannya Substansi.
Sejumlah materi yang diperdebatkan Pasangan HEBAT mampu menjabarkan secara substansi, tidak membias apalagi bersifat kompilasi. Hal ini terlihat saat Hidayat menjelaskan soal skema APBD Sulteng saat debat soal dana Rp 100 miliar per Kabupaten yang menjadi program Paslon nomor dua. Dimana jika ditotalkan maka dari 13 Kabupaten dan Kota keseluruhan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Jika melihat APBD Sulteng yang sebesar Rp 4,1 triliun, maka akan berkonsekuensi dengan sektor pendapatan.

Karena itu Hidayat mempertanyakan dari mana sumber dana untuk alokasi dana bantuan buat Kabupaten dan Kota tersebut. Setelah mendengar penjelasan Paslon nomor dua bahwa salah satu caranya dengan memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) yang ada di perusahaan, Hidayat lalu menjelaskan bahwa CSR hanya bisa diarahkan untuk dikelola untuk pembangunan daerah, namun tidak untuk dijadikan sumber lain yang menjadi pendapatan daerah untuk APBD.

Karena pendapatan daerah sudah jelas sumbernya yakni dari Pendapatan Asli (PAD), yang meliputi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah. Serta Bagian Dana Perimbangan yang meliputi Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Karena itu menurut Hidayat jika ingin pendapatan yang lebih besar di APBD, maka skemanya dengan menggenjot sumber pendapatan lain yang sah seperti PAD. Dari sinilah Menurut Hidayat baru bisa menghitung kembali skema alokasi bantuan yang realistis untuk Kabupaten Kota yang berasal dari APBD Propinsi.

Ketiga Pernyataannya Lugas dan Tegas.
Pada closing statemen debat publik semalam, Hidayat Lamakarate memanfatkan momentum penting tersebut dengan pernyataan yang lugas guna menarik simpati masyarakat Sulteng. Hidayat secara lugas mengatakan, dirinya dan Bartholomeus hadir sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memastikan akan bekerja menyelesaikan setiap persoalan masyarakat yang mungkin selama ini belum bisa diselesaikan oleh Pemerintah.

BACA JUGA  BKKBN Ajak Remaja Cegah Stunting

Hidayat juga menegaskan, dirinya dan Bartholomeus memastikan akan mengabdikan diri dan bekerja untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Dan jika nantinya diberikan amanah menjadi Gubernur kedepan, akan melakukan kewajiban itu dengan sebaik baiknya. Inilah closing statemen yang berbeda dengan Paslon lain dan saya yakin lebih melekat dihati masyarakat.

Secara umum debat publik bertujuan untuk mensosialisasikan visi misi dan program kepada publik. Selain itu untuk memberi pesan politik bahwa sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur layak untuk dipilih oleh masyarakat. Lewat pendalaman visi misi dan program serta penjabaran berbagai topik yang diangkat, maka penampilan Pasangan HEBAT terutama figur Hidayat Lamakarate lebih menonjol dalam pemaparan. Selain pembawaan yang tenang juga memberikan pemaparan tanpa teks yang menandakan sangat menguasai materi. Bartholomues pun walau tidak mendominasi pembicaraan juga tetap pada koridor substansi saat memaparkan materi.

Pasangan HEBAT baik Hidayat maupun Bartholomeus mampu memaparkan narasi materi yang substansi dan terarah disertai retorika yang lugas dan jelas. Dalam beberapa penjabaran justru muncul lompatan gagasan yang berorientasi pada upaya membangun peradaban masyarakat. Misalnya saat Hidayat berulang kali menegaskan soal kehadiran Pemerintah untuk menyikapi kendala di lapangan serta mengupayakan peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

Masyarakat pun pada akhirnya dapat menangkap apa yang disampaikan dalam pendalaman visi misi Pasangan HEBAT tersebut. Dan masyarakat punya referensi siapa yang lebih berkualitas dalam debat semalam. Untuk debat pertama ini rasanya Pasangan HRBAT lebih unggul dari semua sesie yang dibicarakan.

Jika filsuf asal Perancis Rene Descartes pernah mengatakan, “Saya Berpikir Maka saya Ada”. Rasanya saya juga ingin mengatakan, “Saya Memilih Maka Saya Ada”. Karena itu saya yakin setelah melihat debat semalam tanpa perlu berpikir panjang, kita sudah tahu siapa yang layak dipilih pada tanggal 9 Desember nanti.

Salam Harmoni Keberagaman 🙏
Penulis adalah Pendukung Pasangan HEBAT

Komentar

News Feed