Kepala BKKBN Sulteng Ajak Kaum Pria Jadi Peserta KB

0
96

Silaturahmi dengan para pejabat dari sejumlah instansi vertikal, Kepala BKKBN Sulteng, Maria Ernawati mengenalkan alat kontrasepsi pria dihadapan Bapak-Bapak tamu undangan yang hadir diacara coffe morning.(F-ist)

PALU, Sultengmembangun.com – Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam menekan angka kelahiran yakni dengan pemakaian alat kontrasepsi. Beragam jenis alat kontrasepsi telah disediakan untuk menjadi pilihan bagi masyarakat dalam mendukung suksesnya program Keluarga Berencana secara merata hingga ke pelosok desa terpencil.

Penggunaan alat kontrasepsi salah satunya adlllalah kondom, menjadi topik utama pembicaraan yang dibahas diacara coffe morning BKKBN dengan sejumlah instansi vertikal yang ada di Kota Palu yakni kantor perbendaharaan provinsi Sulawedi Tengah, Kamis (20/02/2020).

Bangun komitmen bersama dalam menyukseskan program BanggaKencana di Sulawesi Tengah.(F-ist)

Metode kontrasepsi yang menyasar kaum pria, menjadi perbincangan yang menarik bagi kedua instansi vertikal ini yang saat itu ngopi bareng dalam nuansa kekeluargaan.
Acara ngopi bareng kali ini, melibatkan sejumlah pihak diantaranya ada dari TVRI, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Palu, Ombdsman, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan beberapa perwakilan dari kantor perbendahaan negara Sulawesi Tengah

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulteng, Maria Ernawati tampil memperkenalkan diri dan sekaligus mengenalkan alat kontrasepsi pria, yaitu kondom dan vasektomi kepada para kepala instansi vertikal yang hadir saat itu.
“Kondom itu tidak asal pakai, Bapak/Ibu. Dipijat dulu ujungnya baru dimasukkan,” ungkap Erna, sapaan akrab Maria Ernawati, yang seketika memecah gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.
Selain kondom, Erna juga mengenalkan KB Pria yaitu vasektomi. “Akseptor vasektomi di Sulteng masih rendah, mohon dukungannya Bapak-bapak untuk menjadi peserta KB Pria” harapnya sembari menjelaskan tentang Vasektomi.
Dikatakannya, .Vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis.

Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada pria dengan cara memutus penyaluran sperma pada air mani. Dengan demikian, kehamilan dapat dicegah karena sperma tidak dapat membuahi sel telur wanita.
Mantan Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (ADPIN) BKKBN Jawa Timur ini juga menegaskan, BKKBN bukan hanya lembaga yang mengurusi kontrasepsi, melainkan dipadukan dengan program lain yaitu pembangunan keluarga dan kependudukan.
“Sekarang, kami menyebutnya dengan banggakencana (pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana),” jelasnya sembari meminta dukungan untuk bersama menyukseskan pendataan keluarga (PK) tahun 2020. Dalam.hal ini PK merupakan pendataan data mikro yang dilaksanakan BKKBN setiap lima tahun.
(Widya)

BACA JUGA  Tim Advokasi LBH Sulteng Desak Polda Sulteng Bebaskan Puluhan Mahasiswa yang Ditangkap saat Aksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here