Kepala BKKBN Pusat, dr.Hasto Wardoyo Sp.OG (K) Harapkan Sinergitas Mitra Kerja dalam Mendukung Program Bangga Kencana di Sulawesi Tengah

0
170

Kepala BKKBN Pusat, dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), didampingi Gubernur Sulteng yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, dr.Reny Lamadjido dan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Dra.Maria Ernawati,MM dan Mitra Kerja secara resmi membuka rakerda program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020, ditandai dengan pemukulan gimba secara serentak.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Kepala BKKBN Pusat, dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)
Hadir di palu, secara resmi membuka kegiatan rapat kerja daerah (rakerda) program BanggaKencana tingkat provinsi Sulawesi Tengah tahun 2020, didampingi Gubernur Sulteng yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, dr.Reny Lamadjido dan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Dra.Maria Ernawati,MM, Kamis (27/02/2020), bertempat di Hotel Santika Palu.

Kepala BKKBN Pusat, Pusat, dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Sebelumnya Program Banggakencana ini dinamakan Program KKBPK. Kenapa diganti, alasannya agar mudah diucapkan.

Rakerda Bangga Kencana tingkat provinsi sulawesi tengah tahun 2020 mengangkat tema dengan program Bangga Kencana Kita Wujudkan Peningkatan Kualitas Keluarga Melalui Sinergitas program pembangunan dan data keluarga.

Diacara rakerda Bangga Kencana, selain mengenalkan keberadaan dirinya yang masih terbilang baru enam bulan bergabung di BKKBN, Hasto Wardoyo juga mengenalkan lebih dekat lagi dengan kehadiran Maria Ernawati sebagai Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulawesi Tengah. ” Beliau ini juga baru kurang lebih satu bulan dilantik menjadi Kaper BKKBN Sulteng. Dan sebagai perkenalan diawal bahwa kami ini adalah termasuk orang baru, yang baru belajar di BKKBN dan insya Allah bersama Bapak Ibu sekalian Mitra mitra kerja di provinsi Sulawesi Tengah ini bisa bekerjasama dengan baik,” ujar Hasto dihadapan peserta rakerda Bangga Kencana.

Dikatakannya, BKKBN punya program unggulan, yang pertama tentang kependudukan. Dalam visi BKKBN, penduduk harus tumbuh seimbang maka TFR harus dipertahankan pada posisi 2,1.Kita harus menjaga agar kependudukan tumbuh seimbang. Disisi lain pertumbuhan penduduk harus diikuti oleh kualitas. Jadi bukan hanya kuantitasnya yang ditingkatkan. Akselerasi peningkatan pendapatan masyarakat itu juga menjadi bagian terpenting.

BACA JUGA  Putuskan Mata Rantai Penyebaran Virus Corona 19, Masyarakat Dihimbau Untuk Taat Aturan

” Bila ini bisa dilakukan bersama-sama dengan dukungan dari Bapak/Ibu para mitra kerja BKKBN, Insya Allah Indonesia akan aman dalam menghadapi bonus demografi,” tandasnya.

Karena itu, sangat penting bagi kita untuk terus bersama-sama mendukung program Bangga Kencana. Program bangga kencana yang telah merebranding logo. Tujuannya adalah membantu meningkatkan kualitas SDM yang dimulai dari generasi milenial. Rebranding ini tujuannya supaya BKKBN dekat dengan anak milenial yang umurnya 40 tahun ke bawah.

Secara rinci, Hasto Wardoyo mepaparkan tentang rebranding logo BKKBN yang terlihat ada gambar love. Ini diartikan mencintai dengan sepenuh hati. Sementara ada juga logo kupu-kupunya.

Dijelaskan mengapa ada logo kupu-kupu karena kupu-kupu mengalami metamorfosis. Jadi sama halnya keluarga, itu harus mengalami transformasi menjadi keluarga yang berkualitas dan kupu-kupu tentu terbangnya rendah karena keluarga adalah bagian terendah dari penduduk.

Adapun kalimat berencana itu keren, mengandung makna bahwa sebelum bayi dilahirkan kualitas SDM nya sudah harus diberikan sejak pertama bayi itu hendak dihamilkan atau sebelum berada didalam kandungan.

“Jadi SDM tidak hanya ditentukan 1000 hari kehidupan pertama, sebetulnya sebelum 1000 hari harus dibimbing karena orang yang mau hamil bulan depan, bulan ini spermanya itu sudah dibikin dan sperma itu bikinnya butuh waktu 75 hari. Sperma yang mau dipakai untuk membuahi butuh waktu 75 hari,” ungkap Hasto yang mengundang gelak tawa para peserta rakerda.

BACA JUGA  Pemprov Sulteng Bakal Gelar Mudik Gratis Jelang Natal 2018 dan Menyongsong Tahun Baru 2019

Seperti inilah Hasto Wardoyo menggambarkan sekilas tentang kependudukan, bonus demografi dan bagaimana membangun SDM yang unggul.

Sebelumnya Kaper BKKBN Sulteng, Dra.Maria Ernawati, MM mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk berbangga diri karena data survei demografi dan kesehatan Indonesia SDKI tahun 2017 menunjukkan beberapa peningkatan yang luar biasa.
Pada SDKI 2012 prevalensi kepesertaan KB di Sulawesi Tengah baru mencapai 52,5% dan pada tahun ini meningkat menjadi 59,4%. Sulawesi Tengah telah menjadi peserta KB aktif kedua artinya kita telah berhasil menurunkan angka fertilitas secara signifikan dari 3,1 anak wanita usia subur atau pada sdki 2012 menjadi 2,7 anak wanita selama masa reproduksinya. Pada tahun 2017 telah berhasil mencapai kemajuan-kemajuan pada indikator tersebut.

Namun demikian, sebagai Kaper BKKBN Sulteng yang baru, Maria Ernawati mengajak seluruh mitra kerja untuk terus bersinergi dalam mendukung program.Bangga Kencana. karena masih banyak hal yang harus dituntaskan secara bersama diantaranya menyangkut pembinaan ketahanan keluarga melalui Bina Keluarga Balita sebagai solusi mengatasi prevalensi yang secara nasional dari data riskesdas 2013 berkisar 37% atau hampir 9 juta anak balita mengalami stunting yang terjadi di Indonesia termasuk Sulawesi Tengah. Dan ini tidak hanya dialami oleh keluarga pra Sejahtera akan tetapi juga dialami oleh keluarga yang tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang sudah berada di atas 40%.

Saat ini, kata Ernawati, yang menjadi tantangan kita adalah fertilitas pada usia remaja yang masih tinggi. Data SDKI 2017 di Sulawesi Tengah memperlihatkan bahwa terdapat 60 kelahiran hidup pada setiap 1000 remaja wanita usia 15 sampai 19 tahun dapat disebut dengan anak-anak melahirkan anak-anak. Padahal anak-anak kita pada usia tersebut semestinya menikmati masa sekolah bukan masa merawat bayi dan anak.

” Untuk itu marilah kita bersama mendorong peningkatan usia perkawinan khususnya melalui program generasi berencana atau genre baik melalui jalur pendidikan maupun jalur kemasyarakatan agar supaya angka kelahiran pada usia remaja dapat diturunkan. Karena ini bukan hanya tanggung jawab BKKBN saja akan tetapi kita semua termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan maupun rumah sakit yang ada di provinsi dan seluruh mitra kerja BKKBN.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Kadis Kesehatan, dr.Reny Lamadjido, berharap agar program bangga Kencana BKKBN dapat mewujudkan Ketahanan Keluarga yang sejahtera, mandiri dan berdaya saing. Sejalan dengan visi misi pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

BACA JUGA  BKKBN Goes To School dalam Rangka Cegah Nikah Dini

” Saya sebagai kepala Dinas Kesehatan Provinsi, menyampaikan terima kasih kepada BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala BKKBN Pusat yang telah hadir dan membuka secara resmi rakerda program Bangga Kencana BKKBN tingkat Provinsi tahun 2020. Dan diharapkan melalui program Bangga Kencana dapat
membangun kesadaran setiap keluarga agar memiliki dukungan sosial budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan yang memadai agar kehidupan keluarga menjadi sejahtera dan berkualitas,” tandasnya.

Acara rakerda Bangga Kencana tingkat provinsi Sulteng tahun 2020 ditandai dengan penandatanganan fakta integritas seluruh petinggi di BKKBN Sulteng sebagai bukti komitmen dengan mengikrarkan fakta integritas untuk tidak korupsi dan harus melayani. Kemudian dilanjut dengan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan sejumlah mitra kerja diantaranya Dinas Pendidikan Daerah, IBI Sulteng, RS Tentara (Rumkit), RRI Palu, dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulteng serta pengukuhan Bupati Banggai Kepulauan sebagai Ayah GenRe Milenial.
(Nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here