oleh

Kendala Teknis di TPS Aakibatkan Warga Kehilangan Hak Pilih

TPS 06, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu-Sulawesi Tengah, sudah pukul 07.35 wita baru memulai pembukaan segel kotak suara sehingga warga pemilih harus mengantri sampai berjam-jam, menunggu kesiapan petugas TPS.(F-nila)

PALU, GateNews. id – Sejak pagi pukul 07.00 wita, para pemilih sudah mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS), namun naasnya waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wita, belum terlihat adanya aktivitas kerja para petugas TPS yang ada di Kota Luwuk dan Batui Kabupaten Banggai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Rabu pagi (17/4/2019), diketahui bahwa ada empat kecamatan di Luwuk yaitu Luwuk Utara, Luwuk Selatan, Luwuk Timur dan Kecamatan Batui, serta Batui Selatan belum menerima logistik dan surat suara.

Akibatnya para pemilih yang ada di wilayah tersebut, beramai-ramai melakukan protes ke KPU Banggai.

‘’Saya datang ingin memastikan mengapa belum semua terdistribusi. Saya masih di halaman KPU ini dengan warga dan aparat keamanan. Nanti warga ribut aparat baru berdatangan,’’ ujar Nurdin, salah seorang pemilih dari kota luwuk selatan yang merasa khawatir pelaksanaan pilpres dan pileg hari ini batal.

BACA JUGA  Pencanangan Sistem Informasi Tanggap Bencana

Ditempat terpisah, tepatnya di daerah kecamatan Palolo, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pukul 12.00 wira, semua pelayanan TPS sudah tutup. Sehingga banyak pemilih yang tadinya sudah mendaftar tidak bisa lagi memilih.

Keluhan yang sama juga terjadi di desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, ditemukan sejumlah kekacauan. Banyak pemilih yang tidak bisa memilih karena surat suara habis sementara para pemilih sudah melakukan antrian hingga berjam-jam.

“Masyarakat disini tidak mau golput, tapi kondisinya dipaksa golput karena kekurangan surat suara,” keluh salah seorang warga pemilih dari desa Kalukubula.

Keluhan lainnya yang mencuat yakni pemilih yang beda daerah pemilihan tidak bisa memilih meski sudah membawa e-KTP. Dengan alasan bahwa pemilih harus mengantongi form a5 dari KPU di daerah pemilihannya.

Ketika semua masalah ini di konfirmasi ke KPU Provinsi Sulteng, Sherli dari KPU Sulteng mengatakan dalam aturannya, berdasarkan pentunjuk teknis (juknis) layanan di TPS dibuka jam 7.00 wita dan di tutup jam 13.00 wita.

BACA JUGA  Bertabur Keunggulan, Suzuki XL7 Siap Merajai Pangsa Pasar di Sulteng

“Terkait dengan masalah tersebut diatasi, kami harap pers juga bisa mencermati ketentuan SE bersama No 4 Tahun 2019, terkait ketidakcukupan susu bagi pemilih DPT dam PPTb sebelum jam 13.00, maka KPPS berkoordinasi dgn PPS utk meminta susu dr TPS terdekat, dan lakukan langkah administrasi sesuai ketentuan yang ada, ” jelasnya. (nila)

REDAKTUR : NILAWATI

Komentar

News Feed