Kemenristekdikti Diminta Batalkan Pelaksanaan Pilrek Untad

0
740

Keterwakilan Prof. Dr. Ir. Max Nur Alam, MS, atas nama dosen dan Moh. Idris atas nama mahasiswa Untad.(F-ist)

PALU, Sultengmembangun.com – Pelaksanaan Pemilihan Rektor ( Pilrek) Universitas Tadulako (Untad), terus menuai dilema. Tentunya hal ini merupakan bentuk kepedulian dari berbagai kalangan terhadap kebesaran nama Universitas Tadulako, yang tidak menginginkan Universitas Tadulako sebagai kepentingan dari sekelompok orang-orang tertentu.

Dan kali ini, Prof. Dr. Ir. Max Nur Alam, MS, kembali angkat bicara. Beliau berbicara mewakili dosen dan atas nama mahasiswa Universitas Tadulako.

Dalam penegasannya, Prof Max mengatakan pihaknya sangat keberatan dan tetap tidak setuju atas pelaksanaan Pilrek Untad yang dinilai telah melanggar aturan yang ada.

“Kami sarankan agar pihak terkait untuk membatalkan rencana pelaksanaan Pilrek Untad yang sebelumnya sudah diagendakan pelaksanaannya per tanggal 4 Maret 2019.
Karena kami menilai bahwasanya pada perhelatan pilrek ini sudah terjadi penyimpangan yang tidak sesuai lagi dengan peraturan perundang-undangan yang ada khususnya permenristekdikti Pasal 9 Ayat 1 Menyebutkan bahwa : (1) Pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf c dilaksanakan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa jabatan Pemimpin PTN yang sedang menjabat. Didalam pasal ini sudah jelas sekali bahwa pilrek ini melanggar aturan yang ada,” tegas Prof Max, yang ditemui di Sekretariat IKA Alumni Untad, Sabtu (02/03/2019).

BACA JUGA  Masa Transisi Darurat Diperpanjang Lagi Hingga Dua Bulan Kedepan

Sebelumnya, pihaknya berharap pilrek Untad berlangsung pada 19-20 Februari 2019. Sebagaimana disebutkan dalam Permenristekdi, paling lambat dua minggu sebelum berakhirnya masa jabatan Pemimpin PTN yang sedang menjabat. Namun pada kenyataannya, Pilrek Untad dilaksanakan sehari menjelang berakhirnya masa jabatan pemimpin PTN yang sedang menjabat.

” Kami berharap pihak Kemenristekdikti untuk tidak hadir di bumi tadulako ini dalam rangka menghadiri pelaksanaan Pilrek Untad. Dan kami minta pihak terkait untuk segera membatalkan pelaksanaan Pilrek ini,” tandas Prof Max yang dengan tegas menyatakan kalau pihaknya tetap menolak atas pelaksanaan Pilrek Untad, yang sudah diagendakan Senin besok.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Moh Idris didampingi dua orang rekannya, atas nama mahasiswa Untad menyatakan dengan tegas bahwa pelaksanaan pilrek harus dibatalkan karena dinilai sudah melanggar peraturan yang ada.

“Kami menolak diadakannya Pilrek Untad yang akan diselenggarakan Senin tanggal 4 Maret 2019. Dan kepada semua pihak terkait diminta untuk tidak mengiyakan atau tidak melaksanakan pilrek ini. Dan kepada pihak kemenristekdikti dimohon untuk segera mencabut atau membatalkan SK Sekjen Kemenristekdikti terkait pelaksanaan Pilrek Untad,” tandas Moh Idris, seraya menambahkan bahwa pelaksanaan pilrek untad yang akan dilaksanakan kali ini, tidak memberikan edukasi yang baik bagi mahasiswa tentang tata cara atau sistem berdemokrasi.(karin)

BACA JUGA  BKKBN Sulteng Berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag Terkait Program PUP

REDAKTUR : NILAWATI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here