Kecamatan Tatanga Jadi Sentral Distribusi Peredaran Shabu

0
303

Pertemuan dengan warga Tatanga dalam rangka membangun komitmen, mewujudkan Tatanga jadi Kota Bersinar (Bersih dari Narkoba). (F-Nila)
PALU, Sultengmembangun. com – Bisnis penjualan narkoba di wilayah Kota Palu semakin merajai pangsa pasar penjualan shabu di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Rembuk warga di Kecamatan Tatanga, Kota Palu

Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika yang ada di Palu khususnya di tiga wilayah zona merah untuk bisnis narkoba yakni di Tatanga, Anoa dan Kayumalue. Tiga daerah ini menjadi sentral distribusi peredaran narkoba di Sulteng.

” Semua jenis narkoba terutama shabu dari segala penjuru, masuk ke tiga daerah ini. Sehingga semua penyebaran shabu di Sulteng bersumber dari tiga daerah tersebut,” ungkap Brigjen Pol Suyono, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, pada acara dialog dengan masyarakat dan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, TNI/Polri dan sejumlah ormas di Kecamatan Tatanga, pekan lalu.

Pada pertemuan itu, Brigjen Pol Suyono lebih banyak mengeluhkan soal bisnis narkoba di Kecamatan Tatanga. Bisnis narkoba di Tatanga sudah menguasai wilayah Sulteng. Makanya tak heran jika Tatanga dikatakan sebagai sentral distribusi peredaran narkoba di Sulawesi Tengah.

BACA JUGA  Sekdaprov-Walikota Cilegon Hadiri Peletakan Batu Pertama SD 2 Sigi-Biromaru

“Penangkapan bandar shabu di berbagai wilayah di Sulteng mengakui kalau bubuk shabu itu diperoleh dari Tatanga. Dan inilah maksud dari pertemuan ini, dengan duduk bersama mencari solusi atas masalah tersebut. Akar masalahnya dimana, dan solusinya bagaimana. Karena biar bagaimanapun peran serta dan kesadaran masyarakat dalam hal ini masyarakat di Kecamatan Tatanga sangat diharapkan dalam mendukung Program BNN Sulteng dan BNN Kota Palu mewujudkan Kecamatan Tatanga jadi Kecamatan Bersih Tanpa Narkoba (Bersinar),” tandas Suyono.

Pentingnya kesadaran masyarakat di Kecamatan Tatanga menjadi kunci utama dalam membersihkan Tatanga dari lingkaran bisnis narkotika.

“Masyarakat Tatanga harus bersatu dalam membasmi peredaran narkotika di daerahnya ini. Karena bisnis narkoba ini, akan merusak masa depan generasi penerus kita. Dan yang tak kalah pentingnya, bisnis narkoba ini haram dinafkahkan untuk keluarga. Karena itu akan merasuk dan mendarah daging. Jadi saatnya masyarakat Tatanga bersatu dan membangun komitmen bersama pemerintah mewujudkan Tatanga menjadi Kota Bersinar,” pungkasnya. (*)

Editor : Nila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here