oleh

Kajari Donggala Akui Belum Terima Rekomendasi Pansus TTG

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Erwin Ari Nur Wahyudian

SULTENGMEMBANGUN.COM, DONGGALA — Kepala Kejaksaan Negeri Donggala Moh Ginanjar saat didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Erwin Ari Nur Wahyudian secara tegas mengatakan bahwa pihaknya selalu siap menangani segala perkara, termasuk dugaan korupsi uang negara kurang lebih 4M pada pengadaan alat Teknologi Tepat Guna (TTG), Jumat (04/06/21)

“ Pada Kasus TTG ini kami juga harus kordinasi dengan APH (aparat penegak hukum) lainnya, ya tujuannya jangan sampai satu perkara ditanagani dua APH, itu tidak boleh, nggak usah ambil foto saya, kasi intel aja ya difoto,” Katanya,

Ditempat yang sama kasi intel Erwin Ari Nur Wahyudian menambahkan jika nantinya perkara TTG ini ditangani Kajari Donggala, ia berharap dukungan dari semua pihak menuntaskan persoalan ini termasuk DPRD Donggala.

“ Jangan Cuma APH yang ungkap kasus TTG, bantuan pihk terkait juga diperlukan utamanya yang dirugikan di program TTG, termasuk lembaga DPRD yang mengungkap program TTG, ya minimal DPRD menunjukan bukti ke kami atau siapa yang bisa memberikan keterangan,misalnya Si A atau B, ” Sebutnya

BACA JUGA  Kunker ke Sulteng, Wapres Jusuf Kalla Pastikan Jaminan Penanganan Rehab dan Rekon bagi Pengungsi Korban Bencana di Padagimo

Hingga saat ini pihak Kajari juga belum menerima laporan pansus TTG termasuk rekomendasi.

Sebelumnya pansus TTG telah melaporkan hasil kerjanya dihadapan paripurna senin kemarin, dari penyampain laporan itu di temukan kerugian negara sebesar 4M,

” Maka pansus berkesimpulan dalam pengadaan TTG terjadi dugaan kerugian negara mencapai 4 M lebih, kemudian penganggaran TTG tahun 2020 tidak berpedoman pada permendagri no 20 tahun 2018 dan peraturan LKPP no 12 tahun 2019, program TTG dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif dari inspektorat sampai ke camat kepala desa agar supaya kepala desa menganggarkan program TTG, terjadinya monopoli satu perusahaan di program TTG yakni CV Mardiana, dan pansus menduga dalam program TTG berpotensi praktek KKN, ” Beber sekretaris Pansus TTG Nurjanah. (*syam)

Komentar

News Feed