oleh

Jeritan Masyarakat Bulagi Bersaudara Menyambut HUT Ke-20 tahun, Kabupaten Banggai Kepulauan

Ratusan masyarakat Bulagi bersaudara melakukan aksi menuntut agar pihak Pemkab Bangkep segera menyediakan air bersih.(F-ist)
“Hey Penguasa, mana janjimu?
Kami butuh air bersih sekarang, bukan butuh air liurmu yang bau itu.

“Kami tidak butuh dengan janji palsu kalian sang Penguasa Negeri ini, Tapi Kami butuh komitmen dari pejabat negara untuk merealisasikan janji terhadap rakyat ” !!!

Laporan : Nilawati

Air payau dan air hujan menjadi satu-satunya sumber kehidupan masyarakat yang ada di lima kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan terutama di Kecamatan Bulagi Bersaudara. Namun ketika persediaan air payau itupun mengering, masyarakat pun mulai meratap karena sudah tidak ada lagi air yang selama ini diharapkan menjadi sumber kehidupan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.Hujanpun jarang turun, apalagi ini kemarau panjang. Wajar jika masyarakat berteriak menuntut keadilan dan semoga ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah khususnya Pemkab Banggai Kepulauan.


PALU, Sultengmembangun.com – Sejak dulu, sebelum kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menjadi daerah otonomi sampai sekarang ini, hingga di usia ke- 20 tahun Banggai Kepulauan (sejak berdiri tahun 1999), masyarakat di sejumlah kabupaten Banggai Kepulauan masih terus menjerit karena belum mendapat fasilitas layanan air bersih. Sementara air menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Sulitnya mendapatkan air bersih sudah dirasakan sejak dulu oleh masyarakat di Sejumlah desa yang ada di lima Kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Dan untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus mengangkut air dengan menggunakan bambu sampai dengan jerigen. Itupun harus menyebrang ke kecamatan seblah yang jaraknya lumayan jauh, dan harus melalui medan/jalan yang rusak-rusak sehingga mengancam nyawa bagi si pengendara ketika melintas di jalan itu.
Dan untuk bertahan hidup, selama ini masyarakat hanya mengandalkan air slabor, sumur air payau dan air hujan. Dan itu terjadi selama bertahun-tahun.

Kondisi ini sungguh sangat memilukan. Sudah 74 tahun Indonesia merdeka tapi sebagian besar masyarakat di kabupaten Banggai Kepulauan belum merasakan kemerdekaan itu.

Penantian masyarakat yang bertahun-tahun mengharapkan janji pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas layanan air bersih dan penyediaan listrik, sudah dititik kejenuhan. Hingga akhirnya masyarakat kembali menagih janji pemerintah itu. Tepat di perayaan HUT ke-20 tahun Kabupaten Banggai Kepulauan.

” Kami ingin merasakan kemerdekaan itu, sudah 74 tahun Indonesia Merdeka, Tapi kami masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan belum merasakan kemerdekaan itu.Kemerdekaan menikmati sehatnya hidup dengan mengkonsumsi air bersih dan terangnya desa kami dengan cahaya listrik dari PLN. Semua itu belum pernah kami rasakan. Sementara saudara-saudara kami di Kecamatan lainnya dan di kabupaten yang sama, mereka sudah merasakan semua fasilitas layanan yang utama yakni layanan air bersih dan listrik,” teriak Nasrul Adungka, selaku korlap pada aksi yang dilakukan di Desa bulagi, Kecamatan Bulagi, Desa Seasa Kecamatan Bulagi, desa Lolantang, kecamatan Bulagi Selatan.

Aksi yang dilakukan oleh Organisasi Kerukunan Mahasiswa Indonesia Montolutusan Banggai (KAMIMO BANGGAI) Luwuk, yang bergabung dengan sejumlah organisasi pemuda, karang taruna dan kelompok masyarakat dari lima kecamatan di Banggai Kepulauan, sudah berlangsung empat hari ini. Namun selama aksi, tak satupun pejabat pemda Kabupaten Banggai Kepulauan yang bersedia menerima massa aksi.

Sementara para elit politik yang notabene dipilih oleh rakyat seolah bersikap pura-pura tidak mendengar dan tidak melihat penderitaan rakyat Bulagi. Demikian halnya para aktivis, media lokal hanya bersuara di media sosial, lebih dari itu mereka hanyalah pemburu-pemburu proyek yang bila ditetesi air liur dimulutnya dengan iming-iming proyek, mereka meneguknya serasa bahwa itulah air bersih yang dijanjikan. Lalu setelah itu diam, sambil menunggu masa kampanye politik lima tahunan untuk kembali membuka mulut mereka yang bau sampah itu. Demikian teriak
Riki Pase dalam orasinya selaku Ketua umum KAMIMO Banggai.

” Sebagai keprihatinan kami yang jadi bagian dari anak kandung wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan, kami dari kerukunan mahasiswa indonesia montolutusan yang mengatasnamakan KAMIMO Banggai dengan tegas menyatakan sikap dan tuntutan kami atas kebohongan serta janji-janji palsu Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, yang sudah silih berganti kepemimpinan (Bupati) termasuk Para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan ini. Dalam aksi ini, kami menuntut realisasi akan janji- janji itu, janji pemkab dan DPRD Bangkep yang harus segera menyediakan layanan air bersih dan fasilitas listrik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat yang selama ini sengaja diabaikan. Dan kami ingin janji itu dituangkan dalam sebuah surat pernyataan sikap dari Pemkab dan DPRD Bangkep, agar komitmen dalam merealisasikan janjinya terhadap masyarakat yang ada di lima kecamatan di Kabupaten Bangkep ini,” tandas Nasrul.

Kepada pemerintah daerah kabupaten Banggai Kepulauan, massa aksi mendesak untuk segera merealisasikan program 100 hari kerja eksekutif masalah air bersih di wilayah Bulagi bersaudara sebagaimana janji kampanye bupati dan wakil bupati pada pilkada 2017 silam.

BACA JUGA  Konselor Kedubes Australia Beri Dukungan dalam Program Recovery Penanggulangan Pasca Bencana

Sementara dalam tuntutan lainnya, masyarakat mendesak dan meminta kepada ketua DPRD/legislatif dan bupati/eksekutif untuk hadir dalam PERSIDANGAN RAKYAT (dengar pendapat legislatif/eksekutif) yg secara terbuka dilaksanakan di desa Seasa kecamatan Bulagi untuk memberikan keterangan pertanggungjawaban di depan seluruh masyarakat Bulagi tiga kecamatan terkait konsistensi, komitmen, dan realisasi dari program air bersih yang selama ini hanya habis pada tataran wacana.

Selain itu, kepada seluruh elemen masyarakat Bulagi di wilayah kecamatan Bulagi, Bulagi Selatan, dan Bulagi Utara untuk segera merapatkan diri pada barisan Perjuangan Mahasiswa KaMIMO Banggai dalam rangka menghadiri Persidangan Rakyat di Simpang Tiga Desa Seasa, untuk meminta keterangan pertanggungjawaban DPRD dan Bupati kepada masyarakat Bulagi dan sekitarnya.
” Inilah yang menjadi tuntutan kami dalam mengawali 100 hari kerja para wakil rakyat yang duduk di kursi empuk di DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Kalian terpilih atas suara rakyat jadi kami tekankan agar kalian harus dapat memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan kami ini, atas nama masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Banggai Kepulauan,” pungkas Nasrul dalam orasinya yang sangat tegas dan berharap untuk tidak diabaikan lagi dan mengakhirinya dengan
#salam BULAGI Bersaudara BERSATU. (didi)

BACA JUGA  Temui Direktur Pasca Sarjana Untad, Walikota Palu Minta Kebijakan Program S3 bagi ASN Pemkot

Komentar

News Feed