Jelang Harganas ke 27, BKKBN Sulteng Mengudara Promosikan Program KB dan Kespro

0
109

Sosialisasi program KB melalui siaran langsung di RRI Palu. Tampak Kaper BKKBN Sulteng,Dra. Maria Ernawati, MM menjadi narasumber pada dialog interaktif di pro 1 FM RRI Palu.(F-Bram)

PALU, Sultengmembangun. com – Dalam upaya menggalakkan program KB dan Kespro, BKKBN Sulteng terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui berbagai media. Salah satunya menjalinkerjasama dengan RRI. Sebagaimana yang berlangsung saat ini, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Dra. Maria Ernawati, MM menjadi narasumber pada dialog interaktif di pro 1 FM RRI Palu, Kamis (25/6/2020).

Dialog interaktip ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun 2020.

Sekprov Sulteng melakukan dialog inter aktip melalui telpon yang live di RRI Palu. (F-bram)

Dialog Interaktif kali ini yang bertemakan membahas new normal pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Dalam Mewujudkan Keluarga yang terencana.

Selain itu, pada dialog inter aktip dengan pihak BKKBN Sulteng, juga menghadirkan Sekdaprov Hidayat Lamakarate, sebagai salah satu nara sumber pada acara tersebut melalui telepon. Sementara dr. Herdhana Suwartono, SpOG (K) Onk yang berkesempatan hadir bersama Kaper di studio
pro 1 FM RRI Palu.

Perayaan Harganas ke 27 tahun 2020, sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Karena dengan kondisi sekarang ini, ditengah pandemi covid 19, berbagai kegiatan yang mewarnai perayaaan Harganas dirayakan secara virtual.

BACA JUGA  Para Guru dan Orangtua, Ini Tips Hindarkan Anak dari Bahaya Narkoba

Dan salah satunya, BKKBN akan merayakannya melalui pelayanan KB sejuta akseptor dengan target 24.916 berupa pelayanan KB Baru, ulangan, dan ganti cara.

“ Ada 24.916 menjadi target yang diberikan untuk Sulteng, dan sampai saat ini data yang masuk akseptor yang terdaftar sudah mencapai 19.420, dalam beberapa hari kedepan kami berharap angka ini akan terus bertambah,” ungkap Erna.

Terpisah, Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate mengatakan bahwa Pendewasan Usia Perkawinan terusdigaungkan oleh BKKBN dengan menerapkan batasan usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghasilkan generasi yang berkualitas.

“Pemerintah tidak menghalang-halangi warga untuk punya anak, tetapi ini untuk kebaikan bersama dengan dasar pertimbangan yang jelas dari segi kesehatan, psikologi, ekonomi, dan lain sebagainya. Tentunya kita berharap dengan program pendewasaan usia perkawinan kelak dapat melahirkan masyarakat Sulteng yang berkualitas, mandiri, unggul dan berdaya saing ” jelas Hidayat saat menjawab salah satu pertanyaan dari pendengar Pro 1 RRI Palu.

BACA JUGA  Terus Melonjak, Covid -19 Sulteng Tembus Angka 111

Melihat kenyataan yang ada sekarang ini, dimana angka kematian Ibu yang masih tinggi khususnya usia 15-19 tahun di Indonesia. Berdasarkan Survei Antar Sensus (SUPAS) 2015 sebesar 305 per 100.000 yang dimana kurang lebih 75% kematian ibu disebabkan Pendarahan parah, infeksi, Tekanan darah tinggi saat kehamilan, Partus lama/macet dan aborsi yang tidak aman, tak ayal lagi hal itu semua mendorong pihak BKKBN dan Kementerian Kesehatan bekerjasama untuk menurunkan AKI diantaranya melalui penggalakan promosi Pendewasan Usia Perkawinan dan penggunaan alat kontrasepsi untuk Kesehatan dan keselamatan ibu dan anak.

“Persalinan di rumah cenderung berisiko dibandingkan pelayanan di puskesmas atau di RS yang fasilitas pelayanan Kesehatan sudah serba modern. Banyak Ibu yang seharusnya tidak meninggal tetapi meninggal karena tidak mendapatkan upaya pencegahan dan penanganan yang layak,” Ujar dr. Herdhana yang merupakan konsultan onkologi pertama di Sulawesi Tengah.

Karena itu, dimomentum Harganas ke 27 tahun 2020, Kami mengajak semua masyarakat Sulteng untuk bersama-sama menurunkan angka kematian ibu dan anak (balita). Salah satunya melalui program pendewasaan usia perkawinan. (Hms BKKBN Sulteng/nila)

BACA JUGA  BI Sulteng Tingkatkan Sinergi dalam Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here