Jauh Dibawah Target BI, Inflasi Komulatif Kota Palu Terbilang Aman

0
165

Kepala BPS Sulteng, Ir.Faizal Anwar,MT didampingi G.A Nasser SE, MM selaku Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng Merilis data strategis BPS per Desember 2019.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com
– Kenaikan harga sejumlah bahan makanan pada bulan Desember 2019, tidak berpengaruh besar terhadap inflasi. Hal ini dapat dilihat dari reles data BPS Sulteng yang menyebutkan bahwa kondisi inflasi di Kota Palu pada Desember 2019 hanya 0,83 Persen.

Kepala BPS Sulteng, Ir.Faizal Anwar,MT pada pertemuan bulanan yang dilaksanakan Kamis (2/1/2020), mengatakan inflasi sebesar 0,83 persen inidipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan
sebesar 2,68 persen, diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,77 persen), kelompok bahan makanan (0,63 persen), kelompok kesehatan (0,47 persen), serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,15 persen). Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada bulan ini relatif stabil, sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,12 persen.

BACA JUGA  Peran Serta Forum Warga Korban Likuifaksi di Petobo dalam Perumusan RTRW

” Jadi inflasi di Kota Palu 0,83 persen. Yang disumbang oleh beberapa komoditas diantaranya tarif angkutan udara,
Ikan selar, ikan layang, ikan cakalang, rokok putih, ayam ras, bawang merah, ikan kembung dan jeruk nipis,” tutur Faizal.

Secara rinci, G.A Nasser SE, MM selaku Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng menyebutkan terkait beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi yakni tarif angkutan udara (0,50 persen), ikan selar (0,34 persen), ikan layang (0,14 persen), ikan cakalang (0,12 persen), sate (0,09 persen), rokok putih (0,06 persen), ikan kembung (0,06 persen), bawang merah (0,03 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan jeruk nipis (0,03 persen).

Dikatakannya, Pada periode yang sama, inflasi year dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 72 kota
mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 1,28 persen dan terendah di Kota Watampone sebesar 0,01 persen. Kota
Manado mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,88 persen, sementara Kota Bukittinggi dan Singkawang mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.

BACA JUGA  OJK Peduli, Sumbangkan 120 unit Huntara untuk Korban Bencana

” Kota Palu menempati urutan ke-3 inflasi tertinggi dikawasan Sulampua dan urutan
ke-9 secara nasional,” jelasnya.

Selama tahun 2019, nampak pada Desember 2019, capaian inflasi komulatif 2,30 persen. Jika dibandingkan kondisi di tahun sebelumnya, inflasi komulatif Sulteng Desember 2019 cukup terkendali. Walaupun terjadi gempa dibeberapa kota, pasca pemulihan sarana transportasi, perbaikan perumahan, perbaikan jalan dll, nampaknya beberapa faktor pendorong inflasi dapat dikendalikan oleh pemerintah dengan baik.

Capaian inflasi tahunan 2,30 persen, jauh dibawah target BI sebesar 3,5 persen. Artinya
ini satu hal yang sangat luar biasa dimana Pemda mampu mengendalikan inflasi dibawah dari target BI,pungkasnya.(NP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here