Jalan SamRatulangi Kembali Membiru, Almamater Untad Warnai Gabungan Aksi Tolak UU Omnibuslaw

0
124

Aksi unjuk rasa menolak UU Omnibuslaw, berlangsung hari ini, Senin (12/10/2020).(F-NL)

PALU, Sultengmembangun.com – Aksi mahasiswa Se Kota Palu berlanjut lagi. Dan kali ini massa aksi terbagi dalam dua kelompok karena terlihat dilapangan, massa aksi terbagi di dua lokasi yang berbeda dari seblah utara dan selatan. Namun masih satu arah di Jalan Sam Ratulangi Palu, Senin (12/10/2020).

Dalam aksi kali ini, massa aksi juga diwarnai oleh kelompok buruh, petani, perempuan dan kelompok pelajar.

Ditengah panasnya sang mentari menyengat dikulit, Massa aksi masih tetap memilih untuk bertahan menunggu keputusan dari para wakil rakyat yang duduk di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Massa aksi berharap semua aspirasi mereka diterima oleh pihak dewan terkait penolakan terhadap Undang-Undang Omnibuslaw. Karena hal itu dinilai sangat menindas dan menyengsarakan rakyat.
Karena itulah, massa aksi terus memilih untuk bertahan hingga semua poin yang menjadi tuntutan massa aksi disetujui oleh pihak DPRD Sulteng.

Pantauan media ini, hingga pukul 14.41 wita, massa aksi masih bertahan meski panas terus membakar kulit mereka. Dan justru terus menyulut semangat mereka untuk menyuarakan suara rakyat menentang UU Omnibuslaw.

BACA JUGA  Meningkat, Kasus PDP Covid 19 di Sulteng Bertambah 3 Orang

Tampak disela penantian massa aksi, telihat petugas bertameng dan dikawal kendaraan taktis serta pelontar air dan gas air mata, sudah siap siaga menanti kedatangan massa aksi.

Saling diam menunggu adanya pergerakan, baik massa aksi maupun dari pihak aparat kepolisian masih terus bertahan pada posisi masing-masing. Namun massa aksi terus mengarahkan pasukannya untuk tidak terprovokasi dengan keadaan karena aksi mereka damai. Karena tujuannya hanya meminta pihak DPRD Sulteng untuk menyetujui tuntutan massa aksi yang intinya menolak UU Omnibuslaw.

Sembari menunggu perwakilan massa aksi yang masuk ke kantor DPRD Sulteng, massa aksi masih terus bertahan sambil berorasi secara bergantian, menyuarakan puisi sebagai gambaran luapan emosi para petani, buruh dan mahasiswa terhadap penolakan UU Omnibuslaw. Hingga waktu Ba’da Asharpun tiba, massa aksi masih terus bertahan diantara panas, lapar dan dahaga.
“Hidup Mahasiswa, Hidup Buruh, Hidup Petani dan Hidup Kaum Perempuan,” itulah sebait kalimat yang terus digemakan membakar semangat para massa aksi. (NL)

#buruh #omnibuslaw #demo #mahasiswa #demomahasiswa

BACA JUGA  Generasi Muda Lebih Baik Hidup Sehat Tanpa Narkoba

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here