Instruksi Polisi, Stop Gali Material Sungai Meko Diapresiasi Masyarakat

0
457

POSO, Sultengmembangun.com – Langkah tegas pihak Kepolisian menghentikan kegiatan penambangan material batu, kerikil dan pasir ilegal yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di Sungai Meko, Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sangat di apresiasi masyarakat Kabupaten Poso, khususnya bagi mereka yang berdiam di wilayah Desa Meko dan sekitarnya.
Walaupun secara serta merta, penghentian itu belum tentu akan mampu mengembalikan ulang kondisi sungai yang sudah terlanjur rusak tapi kata warga paling tidak sudah bisa meminimalisir banjir yang selalu terjadi di wilayah itu.
Penutupan kegiatan ilegal yang diduga ikut serta melibatkan sejumlah oknum dan pejabat pemerintahan di lingkup birokrasi Desa, Kecamatan dan Kabupaten Poso itu.
Oleh warga juga dianggap sebagai sebuah kemajuan kinerja dan prestasi polisi terhadap pemberantasan kejahatan yang merugikan keselamatan masyarakat terutama bagi masyarakat setempat yang selama ini sudah menjadi korban langganan banjir.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak Kapolda yang sudah tanggap terhadap keadaan kami di Poso khususnya Desa Meko. Sudah bertahun-tahun sungai Meko di keruk secara ilegal namun baru Kapolda sekarang yang bisa dengan cepat menghentikan kegiatan itu,” ungkap salah satu warga Pamona Barat, Obet J Kapita Minggu (10/5) pagi tadi.

Proses penghentian terhadap kegiatan ilegal di sungai Meko itu sendiri berawal dari keluhan masyarakat Meko yang beberapa hari lalu kembali dilanda banjir. Karena sudah putus asa merekapun akhirnya lewat media memberanikan diri meminta kepada Kapolda, Irjen Pol Syafril Nursal untuk menindak para pelaku yang selama ini bermain dibalik pengerukan material di sungai tersebut.

Tak tunggu lama, pada Sabtu (9/5) kemarin, permintaan warga itu langsung di respon lewat Kapolsek Pamona Barat, IPDA Muhammad Asydi yang kemudian melakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa Meko, I Gede Sukartana dan Sekdesnya Victor Bole serta Ketua Adat Pamona Barat, Berlin Modjanggo.

Dari pertemuan itu Kapolsek dengan tegas meminta agar penggalian di sungai Meko segera dihentikan hingga adanya ijin legal dari instansi terkait.
Sungai Meko sendiri merupakan sungai produktif penghasil air terbesar yang didalamnya mengandung unsur non logam berupa batu guling, kerikil, pasir dan lempung yang berfungsi sebagai pengatur arus alamiah sebelum mengalir ke Danau Poso.
Sayangnya sejak bertahun-tahun lalu sungai itu secara membabi buta terus menerus dibiarkan di gerus dan digali.
Bahkan untuk kepentingan pengerukan, tanggul penahan air sekaligus sebagai perlindungan terakhir bagi pemukiman dan persawahan warga ikut di jebol para oknum tidak bertanggungjawab.
Tidak ada zona layak tambang yang berlaku pada penggalian secara sembrono dan amburadul di sungai tersebut. Buktinya pengambilan batu, kerikil dan pasir di wilayah sungai itu bahkan sudah mengarah dan sangat dekat dengan satu-satunya jembatan penghubung yang melintas di ruas jalan Provinsi yang dibangun di desa tersebut.
Hingga berita ini dinaikan belum ada satu pihakpun yang mengantongi atau diberi ijin untuk melakukan aktifitas di zona rawan banjir tersebut. (DT)

BACA JUGA  Gempa di Sulteng, Gubernur Longki Himbau Warga Jauhi Pantai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here