oleh

Hingga Februari 2022, Pertumbuhan Investor di Sulteng Masih Didominasi Kalangan Milenial

Bersama wartawan daerah, BEI Sulteng mengadakan workshop terkait pertumbuhan investor di Kota Palu dan semua kabupaten lainnya di Sulteng.(F-dok.ist)

SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU – Dalam upaya melakukan edukasi terkait keberadaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kantor Perwakilan BEI Sulteng kembali mengadakan workshop wartawan daerah dengan tema Pencapaian Pasar Modal Tahun 2021.. Workshop kali ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BEI Sulteng, Putri Irnawati, pada Senin (28/03/2022), di D’Kalora Cafe & Resto.

Pada workshop tersebut disampaikan perkembangan pasar modal di Indonesia khususnya pada tiga tahun terakhir ini pasca pandemi, mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Ada peningkatan jumlah investor lokal. Bahkan kepemilikan investor lokal di pasar modal, hampir sama dengan kepemilikan investor asing.
” Terlihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca pandemi di tiga tahun ini, cukup baik. Demikian halnya pertumbuhan investor yang dalam perkembangannya juga cukup membaik,” jelas Putri Irnawati saat memaparkan terkait perkembangan pasar modal.

Disisi lain, kata Putri juga menyebutkan pada perkembangan pasar modal terlihat adanya pertumbuhan investor sekitar 3,5 juta. Bahkan terjadi lonjakan pada aktivitas perdagangan. Dan tercatat ada 54 perusahaan melakukan IPO.

BACA JUGA  Kasman Lassa Lantik Kepala Sekolah Sehari Setelah Daftar Caleg, Begini Reaksi Bawaslu Donggala

Sementara di Sulteng, pertumbuhan investor dari Januari 2022 ke Februari 2022 ini, mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Dengan pertumbuhan dari 13.717 menjadi 14.086.

Perlu diketahui bahwa pertumbuhan investor di Sulawesi Tengah didominasi oleh kelompok milenial. Dengan gambaran data, dari 13.131 investor ada 5.795 investor dari kalangan muda dengan usia 18-25 tahun. dan ada 2.769 investor dari kalangan usia 26-30 tahun dan lainnya ada 1.642 investor dari kalangan usia 41-100 tahun.

Sementara pertumbuhan investor di Sulteng dari Januari 2022 hingga Februari 2022, ada 6.131 (usia 18-
25), 3.001 (26-30), 3.131 (31-40),
1.769 (41-100).

Dari sisi pekerjaan, Pertambahan atau pertumbuhan jumlah investor di Sulteng didominasi oleh pegawai swasta dengan jumlah investor sebanyak 4.035. Disusul
Kelompok pelajar 3.586, Pengusaha 2.293, kelompok lainnya 1.509, Pegawai Negeri 981, ibu rumah tangga 519, dan Guru 199.

” Jadi untuk transaksi, terlihat adanya peningkatan baik dari sisi nilai maupun dari sisi jumlah transaksi,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Dendy
Faizal Amin menambahkan pertumbuhan pasar modal di Sulawesi Tengah sampai saat ini, Cukup baik. Hal itu ditandai dengan adanya pertumbuhan pada jumlah investor pasar modal.

BACA JUGA  KPU Donggala Tetapkan 227.230 Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2024

Beberapa pencapaian dari BEI hingga Februari 2022, ada 778 saham yang ada di BEI Indonesia , bahkan beberapa perusahaan di sektor pertambangan yang membuat atau pendanaan dari Capital market itu meningkat sangat signifikan.

” Khusus di Sulteng, Di tahun 2021, BEI sudah bekerjasama dengan KADIN Kota Palu dan HIPMI Kota Palu. Namun untuk kerjasamaa dengan perusahaan, masih dalam penjajakan,” jelas Dendy.

Deylia Rizkiani, Dari Philips Sekuritas memaparkan tentang perkembangan Galeri Investasi (GI) BEI Sulteng.

Dijelaskan bahwa saat ini sudah ada 10
GI BEI di Sulteng yaitu ada GI BEI UNTAD, GI BEI STIE PB, GIS BEI UIN
Datokarama, GIS BEI FEKON
UNISA, GIS BEI UNISMUH Luwuk Banggai, GI BEI UNSIMAR -Poso, GID BEI UNISMUH Palu, GID BEI STIE MUJAHIDIN Tolitoli, GID BEI FEKON Uni MADAKO
Tolitoli dan ada GIE BEI SMAN di SMA Negeri 5 Palu.(nil)

Komentar