Hidup Bebas Tanpa Narkoba, Puncak HANI 2020 Dilakukan Secara Virtual

0
123
YI DIGITAL CAMERA

Perayaan HANI secara virtual diikuti oleh
Kepala BNNK Palu, Abire Nusu, Kapolres Palu, H. Moh Sholeh, Asisten I Pemkot Palu, Danramil 1306 Donggala dan para petinggi dijajaran Pemerintah Kota Palu, Para tokoh agama. Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.(F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020 di kota Palu dirayakan secara virtual dan serentak diseluruh indonesia. Jadi perayaan HANI tahun 2020, diselenggarakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Dengan mempertimbangkan perbedaan pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia.

Perayaan HANI oleh BNN Kota Palu, dihadiri langsung Kepala BNNK Palu, Abire Nusu, Kapolres Palu, H. Moh Sholeh, Asisten I Pemkot Palu, Danramil Donggala dan para petinggi dijajaran Pemerintah Kota Palu, Para tokoh agama. Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat. Puncak peringatan HANI di Palu, dirayakan di Hotel Best Western Palu Coco, Jumat (26/6/2020).

Perayaannya dilakukan serentak se Indonesia secara virtual, dihadiri Wapres Ma’ruf Amin,
Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko dan seluruh Kepala BNN se Indonesia.

Walaupun dalam perayaan HANI tahun 2020 diselenggarakan dengan menggunakan teknologi virtual, namun hal itu tidak mengurangi semangat dan tujuan utama kita dalam memberantas penyalahgunaan obat-obat terlarang di Indonesia khusus di wilayah Kota Palu.

BACA JUGA  Jelang Momen HUT Bhayangkara, Polda Sulteng Adakan Penyemprotan Disinfektan Serentak di Kota Palu

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko, mengatakan bahwa BNN telah berhasil memetakan 98 jaringan narkotika, 27 meminta sindikat berskala internasional. Dari jumlah tersebut, terdapat 33 jaringan yang telah diungkap dan 19 di antaranya melibatkan warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

“ Inilah keberhasilan BNN selama ini. BNN Berhasil memetakan 98 jaringan sindikat narkotika, 27 jaringan dalam pertemuan berskala internasional, dengan mengungkap 33 jaringan, dan mengundang ada 19 jaringan yang melibatkan warga binaan di lapas,” kata Heru.

Dengan tema HANI tahun Ini HIDUP 100%, Sadar, Sehat, Produktif, Bahagia Tanpa Narkoba. Pesan “HIDUP 100%” ini merupakan ajakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih maksimal di semua kehidupan yang tidak normal (jasmani-rohani, jasmani-rohani) dengan hidup bebas tanpa narkoba.

Dalam arahannya Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan pertentangan HANI ini penting sebagai momentum untuk tetap menunjukkan kewaspadaan terhadap bahaya narkotika. Apalagi, angka peningkatan narkoba meningkat pada 2019.

“Data BNN tentang jumlah yang diambil dari narkoba di Indonesia tahun 2017 sebesar 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta, ”katanya.

BACA JUGA  Brigjen Pol Suyono : Sarang Narkoba di Palu Susah Diberantas

Sementara itu, Menpan RB Tjahjo Kumolo mengatakan ada 4 tantangan besar yang dihadapii bangsa. Diantaranya adalah masalah pengguna dan pengedar narkoba. Kedua masalah paham radikalisme, ketiga masalah korupsi dan keempat masalah bencana nasional termausk covid.

Dalam hal ini, Tjahjo Kumolo menekankan ASN memliki funhsii strateg sebagai pola penggerak pembangunan. Dan ASN harus menjalankan fungsinya sebagai pemerrsatu bangsa.

” Saya harapkan seluruh Gubernur, Kepala daerah dan forkompinda untuk senantiasa mencermati setiap langkah perkembangan dinamika khususnya dilingkungan ASN yang terpapar pada 4 tantangan tersebut diatas,” tandas Tjahjo Kumolo dan menekankan untuk memberhentikan secara tidak hormat bagi ASN yang terbukti sebagai pengguna atau pengedar narkoba.

Pada kesempatan ini, Menpan RB Tjahjo Kumolo Menyampaikan terimakasih kepada BNN yang telah melaunching portal aduan narkoba. Semoga dengan kecanggihan ini, BNN lebih intens dalam memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika terutama di wilayah yang terpapar narkoba.

” Kami selaku Menpan RB mengapresiasi BNN atas keberhasilannya dalam mengungkap sindikat narkoba khususnya jaringan nasional dan menyita berbagai jenis narkoba dan ganja. Demikian halnya kepada pihak kepolisian,” ujar Tjahjo Kumolo dengan tetap menekankan agar pada seleksi penerimaan CPNS syarat utamanya harus bebas dari narkoba.

BACA JUGA  Gubernur dan Tim Satgas Rehab Rekon Memantau Progress Pembangunan Huntap Buddha Tzu Chi

Acara berakhir dengan Penandatanganan SK bersama secara virtual dengan 13 kementrian/lembaga. Dan peluncuran website BNN aduan narkoba dalam perwujudan layanan satu pintu. Kemudian dilanjut dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang telah membantu BNN dalam menjalankan program P4GN. (*nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here