oleh

Harga 5 Kelompok Bahan Makanan ini Jadi Pendongkrak Inflasi di Palu

Kepala BPS Sulteng, Ir.Faizal Anwar, MT.


PALU, Sultengmembangun.com – Selama Januari 2019, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Capaian inflasi tersebut dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok kesehatan sebagai penyumbang terbesar disusul oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan terutama makanan jadi. “Dua kelompok ini memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap inflasi di Kota Palu,” ungkap Faizal Anwar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (1/2/2019), pada pertemuan press release terkait data strategis BPS Sulteng, bertempat di Aula Tenda darurat di belakang kantor BPS Sulteng.
Kenaikan indeks pada kelompok kesehatan disumbang oleh kenaikan pada tarif harga obat-obatan dan resep dokter yang mengalami peningkatan lebih besar pada kondisi Januari 2019. Sementara itu, kenaikan indeks pada kelompok bahan makan terlihat pada naiknya harga pada lima komoditas bahan makanan yaitu kenaikan harga pada ikan kembung, naiknya tarif sewa rumah, kenaikan harga ikan bakar dan ikan cakalang serta kenaikan harga bawang merah. ” inilah lima komoditas makanan menjadi penyumbang inflasi pada kelompok bahan makanan,” urai G.A.Nazer selaku Kepala Bidang Statistik dan. Distribusi mendampingi Kepala BPS Sulteng pada kegiatan press release yang diikuti oleh sejumlah OPD terkait yang selama ini menjadi mitra BPS Sulteng, pihak BI Sulteng dan para insan pers.
Dari tujuh sub kelompok yang ada pada sub kelompok pengeluaran, kata Nazer, ada enam sub kelompok yang mengalami kenaikan indeks atau kenaikan harga namun khusus pada sub kelompok transportasi dan. komunikasi ada penurunan indeks.
Berdasarkan hasil survei BPS Sulteng secara rinci menyebutkan sejumlah kelompok penyumbang inflasi yakni kelompok kesehatan (1,97 persen), kelompok bahan makanan (0,70 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,41 persen), perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,30 persen), kelompok sandang (0,29 persen), dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,07 persen).
Sedangkan penurunan indeks harga terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (1,05 persen).
Pada bulan yang sama, inflasi year on year Kota Palu mencapai 5,96 persen. Kenaikan
indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 8,30 persen. Inflasi Kota Palu sebesar 0,21 persen berasal dari andil kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,143 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dantembakau sebesar 0,091 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,078 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,071 persen, kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,015 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,005 persen. Sementara kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil negatif terhadap inflasi sebesar 0,194 persen.
Sehingga dapat dilihat adanya perubahan data dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan inflasi terendah di Kota Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 0,87 persen dan terendah di Kota Merauke sebesar 0,01 persen.
Untuk laju inflasi tahun kalender bulan Januari 2019 sebesar 0,21 persen dan inflasi year on year (Januari 2019 terhadap
Januari 2018) Kota Palu tercatat sebesar 5,96 persen.(nila)
REDAKTUR : NILAWATI

BACA JUGA  Prof Marhawati : Pilrek Untad Dianggap Melanggar Peraturan Menristekdikti

Komentar

News Feed