oleh

Gubernur Sulteng Apresiasi Kinerja OPD dalam Memaksimalkan Anggaran di Masa Pandemi Covid 19

Gubernur Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, MSi memimpin rapat Tepra di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Senin (4/1/2021).(Foto: Ist)

Diluar Prediksi, Serapan Anggaran Provinsi Mencapai 92,77 Persen

PALU, SM.Com– Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si mengapresiasi capaian realisasi kinerja di semua OPD provinsi yang menunjukkan hasil memuaskan. Dan itu itu terlihat dari serapan anggaran yang diperoleh hingga per 31 Desember 2020 yang mencapai angka 92,77 % dari target 97%.

Dan capaian dari serapan anggaran itu kata Gubernur Longki, diluar prediksi sehingga patut disyukuri, mengingat Sulteng masih berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Dan spesialnya lagi capaiannya melampaui realisasi 2019 yang hanya 90,9 %, atau di saat Covid-19 belum merebak.

“Dimasa pandemi covid-19, refocusing (anggaran) dan penyesuaian anggaran di semua OPD serapannya sangat baik,” ungkap gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola saat memimpin rapat TEPRA program dan kegiatan APBD 2020, Senin (4/1/2021), di ruang Polibu.

Turut mendampingi gubernur, Wakil Gubernur Dr. H. Rusli Dg. Palabbi, MH, Pj Sekda H. Mulyono, SE.Ak, MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Ir. B. Elim Somba, M.Sc dan Kepala BPKAD Bahran, SE, MM.

BACA JUGA  Mengenang Sejarah Di balik Pemberian Nama Dua Gedung Megah di Jalan Prof. Mr. Mohammad Yamin, SH, Jadi Kebanggaan Masyarakat Sulawesi Tengah

Di awal rapat, Karo Ekonomi dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, MM melaporkan bahwa capaian realisasi 2020 naik 1,87 % daripada 2019.

Dan secara terperinci diungkap bahwa serapan 92,77 % berasal dari rerata serapan 48 OPD provinsi, yakni 28 OPD dengan serapan lebih dari 97 %, 9 OPD diantara 92 hingga 97 %, 10 OPD diantara 87 hingga 92 % dan hanya 1 OPD kurang dari 87%.

Ia menambahkan hasil evaluasi tim TEPRA dari kurun waktu 30 November sampai 31 Desember 2020 terjadi lonjakan progress serapan lebih dari 34,63 %.

Hal ini sangat jarang terjadi karena biasanya OPD hanya mampu menyerap tidak lebih dari 5 % per bulan.

Walau jadi surprise (kejutan) awal tahun tapi gubernur sekali lagi mengingatkan OPD agar lebih teliti dan meninjau laporan pertanggungjawaban program dan kegiatan tahun 2020.

“Tolong hati-hati dengan pertanggungjawabannya dan tolong dilengkapi dengan bukti-bukti administrasi yang kuat atas loncatan serapan ini,” himbau gubernur guna mengantisipasi kelalaian OPD saat menghadapi pemeriksa.

Disisi lain gubernur Longki juga menekankan bagi OPD yang masih bermasalah dengan usulan perjalanan dinas ditahun 2021, diharapkan untuk segera merevisi supaya sesuai dengan petunjuk Kemendagri.

BACA JUGA  Positif Terpapar Virus Corona 19, Bupati Morowali Utara Tutup Usia

“Sesuai asistensi Kemendagri semua perjalanan dinas OPD harus dibalikkan ke 2020,” jelas gubernur atas rekomendasi Kemendagri untuk mencegah pembengkakan perjalanan dinas di daerah.

Gubernur juga meminta agar semua OPD segera menunjuk pejabat pengelola keuangan dan kegiatan masing-masing.

“Mudah-mudahan saudara tidak keliru dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran,” pungkasnya. (nila)

Komentar

News Feed