oleh

Gubernur : Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Diatas Pertumbuhan Nasional

Silaturahmi. Bincang-bincang gubernur dalam acara coffe morning dengan para insan pers yang tergabung dalam forum Pemred Se- Sulawesi Tengah, Jumat pekan lalu. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun.com – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2019 (c-to-c) tumbuh 7,15 persen, melaju dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 6,28 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 16,27 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen PMTB sebesar 20,35 persen.

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua tahun 2019 tumbuh sebesar 2,45 persen (c-to-c) dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah yang tumbuh sebesar 7,15 persen.

Kata Gubernur Sulawesi Tengah, Drs.H.Longki Djanggola,MSi, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah dinilai sangat baik. Dengan angka pertumbuhan diatas angka pertumbuhan nasional yang hanya 5,02 persen.

Sebagai masyarakat Sulawesi Tengah, kita patut berbangga karena meskipun daerah kita ini terdampak bencana terutama di 4 kabupaten/kota yakni Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kota Palu, namun kondisi pertumbuhan ekonomi daerah tetap lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA  Desain Bangunan Gedung IAIN di Sigi Melambangkan Budaya Islam

” Hal ini terlihat dimana angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah jauh diatas angka pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun disejumlah daerah di Sulteng terdampak bencana namun pertumbuhan ekonomi sulteng tetap stabil,” ungkap Gubernur Longki Djanggola disela acara coffe morning dengan insan pers, Jumat (28/02/2020), di salah satu cafe yang ada di palu.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi, hampir semua sektor yang ada mengalami pertumbuhan yang positip. Demikian halnya inflasi. Berdasarkan data BPS Sulteng,
Pada Januari 2020 inflasi bulanan dan inflasi tahun kalender gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebesar -0,17 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun dari Januari 2019 hingga Januari 2020 sebesar 2,45 persen.

Dari dua kota IHK di Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu tercatat mengalami deflasi 0,25 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar -0,25 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,70 persen. Sementara Kota Luwuk pada bulan Januari 2020 mengalami inflasi 0,19 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,19 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 5,65 persen.

BACA JUGA  Disdikbud Sulteng Dukung Program Patujua Jadi Kegiatan Ekskul Siswa SMA/SMK

” Terjadi anomali, disatu sisi Sulteng terdampak bencana namun masih mampu mengendalikan inflasi. Dan semuanya ini berkat peran pemerintah daerah bekerjasama dengan TPID Sulteng yang terus berupaya melakukan stabilisasi harga dengan mengamankan semua faktor yang mempengaruhi inflasi terutama menjaga ketersediaan stok bahan baku ,” kata Gubernur Longki.

Namun diakuinya bahwa sampai saat ini, pemerintah daerah provinsi Sulawesi Tengah belum dapat menurunkan angka kemiskinan dan usia harapan hidup. Akan tetapi pihaknya terus berupaya untuk menekan pertumbuhan kemiskinan didaerah ini.

Dari data BPS Sulteng disebutkan bahwa pada September 2019, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sulawesi Tengah mencapai 404,03 ribu orang (13,18 persen), berkurang sebesar 6,3 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yang sebesar 410,36 ribu orang (13,48 persen).

” Tingkat penurunannya masih kecil namun upaya terus dilakukan untuk mengurangi dan menekan pertumbuhan atau pertambahan masyarakat miskin,” jelas Longki.

Terkait dengan laporan keuangan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah hingga tahun anggaran 2018 menerima opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Pencapaian ini berarti sudah ke-6 bagi pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah, tahun 2012, 2014, 2015, 2016, dan 2018 hingga 2019.

BACA JUGA  Jelang Harganas Ke XXVI, BKKBN Sulteng Gelar Upacara Bernuansa Adat

Selama dua periode masa kepemimpinan Gubernur Longki Djanggola, Sulteng enam kali meriah Penghargaan WTP. Artinya dari sisi pertanggungjawaban pengelolaan keuangan Pemprov Sulteng sudah sesuai aturan.

” Semoga saja hingga di akhir masa jabatannya sebagai Gubernur tahun 2021, Sulteng masih tetap mempertahankan penghargaan itu dengan Opini WTP,” tutupnya.(Nila)

Komentar

News Feed