oleh

Gubernur Himbau Masyarakat Untuk Bersama Mensukseskan Pendataan Keluarga 2021

“Berikan data yang Jelas dan Akurat Menuju pembentukan “Satu Data Keluarga Indonesia.”

SULTENGMEMBANGUN. COM, PALU

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si secara resmi melaunching pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) tepatnya pada 1 April yang ditandai dengan pendataan awal di rumah Keluarga Gubernur Sulteng

Pendataan Keluarga 2021 (PK2021) merupakan kegiatan strategis Program Pembangunan Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga atau disingkat Bangga Kencana.

Tujuannya untuk kepentingan perencanaan, evaluasi dan pengukuran kinerja sampai dengan wilayah administrasi terkecil (RT/RW), dengan menggunakan metoda wawancara langsung dan observasi melalui kunjungan .

Hasil Pendataan Keluarga 2021 akan jadi dasar kebijakan pemerintah. BKKBN juga menargetkan program ini kedepan akan membantu proses pembentukan “Satu Data Keluarga Indonesia.”

Petugas pendataan akan menunjukkan kartu resmi dan mendatangi rumah para keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dalam pendataan keluarga, daya yang dikumpulkan oleh petugas PK21 berupa semua aspek kehidupan keluarga, mulai profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan lanjut usia (lansia), keluarga berisiko stunting, hingga keluarga dengan remaja.

Terkait dengan PK21, Gubernur Longki yang saat itu, didampingi hj. Zalzulmida Djanggola dengan jujur menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh kader pendata yang sesekali dibarengi dengan guyonan.

” Pernah mendengar program Bangga Kencana dan darimana informasi tersebut doketahui, ” tanya Nurlelah selaku kader pendata kepada Gubernur Longki dan Istri.

Sontak saja Gubernur Longki menjawab kalau dirinya tahu informasi tersebut dari sosialisasi program yang dilakukan oleh BKKBN. Bahkan Gubernur Longki juga mengaku kalau dirinya juga mendapatkan penghargaan dari BKKBN.

” Ya saya dengar dari Ibu Kaper, setiap ada pertemuan selalu membahas tentang program bangga Kencana,” ujar Longki sambil tertawa.

Kegiatan ini menandai terlaksana PK21 di Provinsi Sulawesi Tengah yang akan menyasar 812.808 Keluarga di Sulawesi Tengah dengan jumlah kader pendata yang disiapkan sebanya 4.673 yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah.

Disela wawancara terkait PK21, Gubernur Longki menyarankan kepada BKKBN untuk menghimbau kader-kader PK21 agar kiranya dapat menyederhanakan pertanyaan yang diberikan kepada masyarakat yang mudah dipahami dan mudah pula dijawab.

” Sebaiknya pertanyaan yang diajukan jangan berbelit-belit, agar masyarakat yang awam pun dengan mudah memahami dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para kader pendata. Kalau bisa disederhanakan saja pertanyaannya, ” saran , Gubernur Longki kepada Ibu Kaper BKKBN Sulteng saat mendampingi petugas atau kader PK21 yang saat itu melakukan pendataan di rumah Keluarga Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (1/04/2021).

Turut mendampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulteng, Sitti Hasbia M. Zaenong, Plt. Kadis P2KB Kota Palu, Katrin A Ponomban dan sejumlah Pegawai lainnya.

Usai dilakukannya pendataan atau PK21, Gubernur Longki Djanggola menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Sulteng untuk bersama-sama mensukseskan PK21 dengan memberikan keterangan atau data yang lengkap dan benar. Dan bagi keluarga yang punya balita, dihimbau untuk memberikan data posyandu balita untuk kepentingan penanganan stunting di Sulawesi Tengah.

“Sambutlah kader pendata PK21 yang datang ke rumah Bapak/Ibu dan terimalah mereka dengan ramah dan sopan sesuai adat budaya kita. Berikan data dengan jelas dan akurat karena ini untuk kepentingan data keluarga Indonesia yang kedepannya diharapkan bisa lebih baik, ” Himbau Gubernur Longki sembari mengatakan,
Pastikan keluarga Bapak/Ibu terdata oleh kader Pendata pada 1 April 2021 sampai 31 Mei 2021

Sediakan Kartu Keluarga atau KTP serta Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bagi ibu hamil dan yang memiliki balita. Dan jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Kaper BKKBN Sulteng Dra. Maria Ernawati menjelaskan terkait kader pendata yang direkrut dari BKKBN setempat. Para kader ini sudah dilatih dan melakukan pendataan by name by address dengan sistim door to door.
” Kami sudah siapkan kader pendata dari desa setempat. Dan untuk mekanisme pendataan dilakukan dengan dua sistim yaitu dengan sistim online berbasis android dengan smartphone dan ada pula yang dilakukan secara off line berbasis e-paper dengan pengisian formulir,” jelasnya. (NL)

.

BACA JUGA  Gubernur Harapkan Peran BPR Lokadana dalam Memacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Komentar

News Feed