Gubernur Berang: 10 Orang TKA Masuk ke Wilayah Sulteng Tanpa Izin

0
595

Jubir Gubernur Haris Kariming

PALU. SM.com – Menanggapi pemberitaan di media massa terkait informasi masuknya 10 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Kendari ke Morowali Utara, yang sempat ditahan di posko pengawasan covid-19 perbatasan antara Kabupaten Morowali, Provinsi Sulteng – Sultra tepatnya di Desa Buleleng Kecamatan Bungku Pesisir, langsung medapat respon Gubernur Sulteng H. Longki Djanggola.

Reaksi Gubernur ini dalam rangka memperketat pengawasan terhadap orang asing sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Sulawesi Tengah.

Hal ini sebelumnya sudah ditegaskan dalam instruksi Gubernur Sulteng kepada bupati/walikota se-Sulteng nomor: 443/157/BPBD. Dipertegas lagi dengan Surat Edaran Menaker RI, No: M/4/HK.04/IV/2020 Tentang pelayanan penggunaan tenaga kerja asing dalam upaya pencegahan masuknya virus corona (Covid-19).

Gubernur langsung memerintahkan Pelaksana tugas (Plt) Kadis ESDM Sulteng, Bunga Elim Somba kepada Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), perusahaan yang melakukan pengiriman 10 TKA di Kendari. Karena diketahui 10 orang TKA tersebut akan dikirim ke PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Morowali Utara untuk memperbaiki smelter salah satu grup perusahaan Virtue Dragon Nickel Industri Kendari, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA  Bupati Donggala Resmikan Listrik Masuk Desa di Empat Dusun dan Tiga Kecamatan di Donggala

Melalui Kepala Biro Humas dan Protokol selaku juru bicara Gubernur, Moh. Haris Kariming, Gubernur menegaskan kepala Plt Kadis ESDM untuk menyampaikan kepada pihak VDNI dan PT. GNI, sebelum mengirim TKA terlebih dahulu mengirim surat pemberitahuan serta berkoordinasi dengan Pemda. Selanjutnya Pemda akan meminta pihak Imigrasi, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten yang dituju untul melakukan pemeriksaan dan pemantauan.

‘’Gubernur berharap perusahaan sebelum mengirimkan TKA-nya ke wilayah Sulteng harus bersurat terlebih dahulu kepada Pemprov Sulteng dan Pemda kabupaten selanjutnya dinas tenaga kerja provinsi dan kabupaten, imigrasi dan dinas kesehatan akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan,’’ jelas Haris Kariming.

Dengan begitu keberadaan TKA tersebut benar-benar terkontrol baik keberadaan, aktivitas maupun kondisi kesehatannya. Meskipun melakukan aktivitas di kawasan perusahaan namun tetap dalam pengawasan pihak pemerintah. Karena dengan melaporkan TKA-nya pihak yang dikoordinasikan akan melakukan pemeriksaan baik secara administrasi maupun kesehatan fisik TKA tersebut.

Tidak hanya itu lanjut Haris Kariming, Gubernur juga telah menginstruksikan kepada Plt Kadis ESDM agar VDNI dan PT. GNI secepatnya memulangkan TKA tersebut ke Base camp VDNI di Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA  Pesona Pulo Dua Diharapkan Mampu Tingkatkan Jumlah Wisatawan di Sulteng.

Hasil koordinasi Plt Kadis ESDM dengan Virtue Dragon Kendari didapatkan, 10 orang TKA tersebut telah lama tinggal di Kendari. Kepentingan ke Morut karena adanya kerusakan smelter yang dibangun Virtue Dragon Kendari dan hanya mereka teknisi yang bisa memperbaiki smelter tersebut.

Namun sangat disesalkan tindakan sepihak yang dilakukan oleh pihak VDNI dan PT. GNI katena dianggap tidak menghargai instruksi pemerintah terkait upaya pencegahan penularan virus coron.

” Saya minta 10 orang TKA dimaksud, sehera dipulangkan,” tandas Gubernur melalui Jubir nya.(nila)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here