oleh

Geliat Nelayan Teluk Palu Dimasa Pandemi Covid 19

Tampak Mangge Reno sedang mengumpulkan ikan teri yang dijemur seharian dan sudah siap untuk dipasarkan. (F-nila)

Cuaca buruk bukanlah alasan bagi para nelayan untuk tidak melaut. Mereka berjibaku, bertaruh nyawa ditengah terjangan badai dan angin kencang, demi untuk menghidupi keluarganya. Apalagi dimasa, masih merebaknya pandemi covid -19 ini, para nelayan inipun enggan untuk berdiam di rumah dan berpangku tangan mengharap belas asih dan bantuan dari pemerintah. Mereka justru lebih bersemangat turun melaut, berharap bisa mengais rezeki dari hasil melaut.
Laporan : Tati Nilawati
Mangge Reno, adalah salah seorang nelayan di Kampung Lere Teluk Palu, saat ditemui tampak sibuk menjemur ikan teri, di lokasi eks SPBU Kampung Lere.
Disela kesibukannya, Mangge Reno mengatakan usaha ikan teri kering yang dikelolanya selama ini, sangat lumayan hasilnya.

Terkadang dalam sehari bisa mengumpulkan 100 – 200 kilogram teri kering. Dan itu didapatkannya dari hasil tangkapan para nelayan Kampung Lere, dia kumpulkan kemudian dijemur hingga kering. Apalagi di musim panas begini, masa jemuran teri kadang hanya satu hari sudah kering.
” Semua tergantung cuaca saja, kadang paling lama 2 hari sudah kering betul. Dan hasilnya lumayan bagus. Dijamin ikan teri keringnya tidak bau. Yang jelas kualitasnya terbaik, ” kata Mangge Reno.
Menurut Mangge Reno, hasil jualan teri keringnya ini jauh lebih menguntungkan dibanding ketika dijual dalam keadaan masih basah.
“Harganya lebih menjanjikan jika dijual dalam bentuk kering,” ungkap Mangge Reno.
Untuk penjualan, harga teri kering dibandrol Rp60 ribu – Rp75 ribu per kg. Sedangkan jika dijual dalam keadaan masih basah harga teri hanya dipasarkan senilai Rp20 ribu – Rp25 ribu per kg. Itupun belum pasti bisa habis terjual.
Jadi sebagai alternatip terbaik, Mangge Reno lebih memilih untuk mengeringkannya ketimbang harus menjualnya dalam keadaan basah.
“Harga teri kering lebih menjanjikan ketimbang harus dijual dalam keadaan masih basah, ” kata Mangge Reno lagi.
Setidaknya kata Mangge Reno, dengan usaha penjualan teri kering ini, dia turut membantu para nelayan Kampung Lere sehingga mereka tidak lagi kesulitan untuk menjual atau memasarkan hasil tangkapannya ke pasar, yang belum tentu mau habis terjual dalam sehari.
Kata Mangge Reno, disamping menjalani usaha pengeringan/penjemuran ikan/udang alias ebi, Mangge Reno juga adalah seorang nelayan, yang setiap hari turun melaut. ” Jadi nelayan itu adalah pilihan hidup, apalagi dimasa pandemi corona yang sampai saat ini masih terus mewabah dan entah sampai kapan berakhirnya. Dengan kesibukan melaut, kami bisa jauh dari corona. Karena kami jarang bahkan nyaris tak pernah ngumpul di tempat keramaian. Selain melaut, aktivitas kami hanya dirumah saja,” ungkap Mangge Reno.(**)

BACA JUGA  Generasi Muda Lebih Baik Hidup Sehat Tanpa Narkoba

Komentar

News Feed