oleh

Finalis Kota Palu dan Tojo Una una Juarai Adujak GenRe Sulteng 2024

SULTENGMEMBANGUN COM, PALU – Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) Generasi Berencana (GENRE) Sulawesi Tengah tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Sulteng kali ini dimenangkan oleh dua orang finalis asal Kota Palu dan Kabupaten Tojo Una una.

Dari 38 finalis duta GenRe Sulteng tahun 2024 yang mengikuti seleksi tahun ini, dimenangkan oleh finalis puteri asal Kota Palu yaitu Tessalonika Kusumawardhani dan finalis putera asal Kabupaten Tojo Una una yakni Abdi Azhar Azis. Keduanya akan mewakili Sulteng melaju ke Adujak Genre tahun 2024 tingkat nasional. Penghargaan itu diberikan pada Sabtu (11/05/2024) di malam puncak ADUJAK GENRE Sulawesi Tengah tahun 2024 yang dilaksanakan di Hotel Best Western Palu.

Pada acara malam Adujak GenRe Sulteng 2024, hadir Deputi bidang KSPK BKKBN RI, Nopian Andusti yang turut menyaksikan pemasangan mahkota dan siga kemenangan yang dipasangkan oleh Pasangan duta GenRe Sulteng Tahun 2023.

Nopian Andusti mengharapkan kepada pemenang Duta GenRe Sulteng tahun 2024 agar menjadi mutiara yang indah, yang memberikan kilauannya dalam menginsipirasi remaja di Sulteng untuk menjadi remaja yang memiliki masa depan cerah dan tentunya remaja yang tangguh, mandiri dan mampu berkarya dalam mengabadikan diri sebagai generasi muda yang memberikan dampak positip bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA  Realisasi dana Stimulan dan Santunan, Wapres Minta Sipakan Data Penerima By Name By Adress

” Saya harap keterwakilan duta GenRe Sulteng 2024 ini, mampu bersaing dalam mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional,” harap Nopian.

Gerak Cepat para finalis duta GenRe Sulteng diharapkan mampu menurunkan Angka Stunting di daerah ini melalui berbagai program dan inovasi para peserta yang semua visi misinya mengarah pada upaya penurunan angka stunting dann upaya pencegahan perkawinan anak serta program pencegahan terjadinya tindak kekerasan terutama pada perempuan dan anak. Mengingat remaja paling banyak yang menjadi korbannya.

“Itulah alasannya kenapa remaja yang tergabung dalam GenRe harus menjadi ujung tombak sebab kami yakin anak-anak kita yang tergabung dalam GenRe mampu menjadi inspirasi dan menjadi tauladan bagi remaja lainnya kapan dan dimanapun mereka berada,” kata Nopian.

Hal yang sama juga disampaikan Tenny C. Soriton sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng yang menaruh harapan besar kepada para GenRe untuk lebih memaksimalkan diri dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah mewujudkan Indonesia bebas stunting. Yang mana di tahun 2024 ini, penurunan stunting bisa mencapai angka 14 persen.

BACA JUGA  Asyik Pesta Nyabu, Adik Kandung Oknum Pejabat Tinggi di Pemkot Palu Ditangkap BNN Provinsi

Khusus di wilayah Sulteng, kita melihat angka stuntingnya masih cukup tinggi dan berada di angka 27,2 persen.

” Angka inj masih cukup tinggi dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus bergerak dalam menekan pertumbuhan atau kelahiran anak tunting di daerah kita ini. Tenntunya keterlibatan GenRe sangat mendukung program pemerintah,” kata Tenny.

Berdasarkan data SSGI di 2022 kasus stunting di Sulteng masih dalam kategori tertinggi yaitu pada angka 28,2%. Namun berkat kolaborasi kerjasama yang dibangun oleh BKKBN Sulteng, Mampu menurunkan 1 persen prevalensi angka stunting di Sulawesi Tengah.

” Karena itu, saya harapkan remaja di Sulteng terutama yang tergabung dalam GenRe, dapat menjadi contoh dan teladan dalam mengajak teman sebayanya agar tidak menikah di usia anak-anak. Mampu memberikan edukasi kepada rekan sebaya remaja untuk tidak terjerumus dalam perkawinan anak. Saya juga berharap bahwa kedepan generasi muda Sulawesi Tengah akan menjadi aktor pembangunan bukan sebagai penonton,” pungkasnya. ***

Komentar