oleh

Ditresnarkoba Polda Sulteng Gagalkan Peredaran 2 Kilogram Shabu di Palu

Inilah sejumlah barang bukti, yang berhasil diamankan dari ketiga tersangka selain 2 kilogram shabu. (F-nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Sebanyak dua (2) kilogram shabu berhasil diamankan oleh Subdit III Ditresnarkoba Polda Sulteng. Shabu tersebut dibawa dari Medan menuju Palu dengan penerbangan maskapai Lion Air.

Dari keterangan pers yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S.IK, Jumat (12/4/2019), di ruang
Loby Mapolda Sulteng, menyebutkan bahwa ketiga tersangka saat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu berhasil ditangkap oleh tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Sulteng dipimpin Kasubdit III AKBP P. Sembiring, S.IK, dan Kanit I Subdit III AKP Ardy Agung Permadi, SH, S.IK.

Dalam penangkapan ini, kata Didik, polisi mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku berinisial FC (33), warga Palu Timur, yang diduga bakal menerima barang, serta dua warga Kota Palembang inisial YH (39) dan AL (26) yang diduga pembawa shabu seberat 2.008.39 gram, yang baru saja turun dari pesawat dengan rute penerbangan Medan-Palu.

BACA JUGA  Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Gubernur Longki Resmikan 3 Pasar Rakyat di Banggai

Diketahui lelaki YH dan AL membawa narkotika yang diduga jenis shabu dari Kota Medan menuju Kota Palu menggunakan pesawat Lion Air, dan lelaki FC sudah menunggu di bandara untuk menjemput,” jelas Didik.

Lanjutnya lagi, pada saat dilakukan penangkapan di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, tepatnya pada Minggu 7 April 2019, petugas menggeledah barang disaksikan lima orang warga setempat, dan mengamankan barang bukti berupa lima bungkus narkotika diduga jenis shabu.

Lima bungkus itu terdiri dari empat bungkus paket besar dan satu bungkus paket sedang dengan berat bruto keseluruhan kurang lebih 2.008.39 gram.

“Disimpan di dalam sepatu yang digunakan oleh lelaki inisial YH dan AL,” urainya.

Pada penggeledahan saat itu, ikut diamankan lima unit handphone, dua pasang sepatu warna coklat yang digunakan untuk menyimpan shabu, satu dompet panjang warna hitam, satu tas warna coklat merek Polo, satu tas samping warna coklat, dan satu mobil Honda Brio warna merah yang digunakan oleh FC untuk menjemput.

BACA JUGA  Masyarakat Makin ‘Bandel’, Trend Penyebaran Virus Corona di Sulteng Terus Meningkat

“Kemudian petugas kembali melakukan pengembangan di rumah FC yang di perumahan Petobo, Palu Selatan, dan petugas menemukan satu timbangan digital besar, satu mesin penghitung uang, satu server CCTV, satu Notebook warna hitam merek Zyrex, dan satu buku rekapan transaksi Shabu,” katanya.

Dijelaskan sebanyak enam paket narkotika diduga jenis shabu dengan berat bruto kurang lebih 20,69 gram, empat sendok pengukur shabu, satu pack plastik besar pembungkus shabu, dua alat timbangan digital kecil, dua alat hisap bong, satu takaran pengukur, dan tiga macis gas.

“Ketiga pelaku terpaksa ditembak polisi karna berusaha kabur saat ditangkap, ketiganya masih menjalani perawatan di RS. Bhayangkara Palu,” tandasnya.

Ketiga terduga pelaku terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika melanggar Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 2 dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan pasal 112 ayat dua Jo pasal 132 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 5 tahun penjara.

BACA JUGA  Tim Hukum Hebat Tegaskan Laporan Pelanggaran Sesuai Aturan, Tim Rusdy – Ma’mun Diminta Jelaskan Sumber Pendanaan BLT

REDAKTUR : NILA

Komentar

News Feed