oleh

Ditreskrimsus Polda Sulteng Amankan Ribuan Botol Kosmetik Ilegal

Produk kosmetik Pemutih racikan, Ilegal karena tak berlabel BPOM dan tak memiliki izin edar berhasil diamankan Tim Ditreskrimsus Polda Sulteng.
(F-nila)

PALU, NP – Maraknya peredaran kosmetik ilegal di Kota Palu, dua orang pemuda di gerebek petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan kosmetik ilegal yang tak memiliki izin edar dari BPOM.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto,SIK mengatakan penangkapan kedua tersangka tersebut di masing-masing TKP berbeda.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-A /290/X/2019/SULTENG/SPKT, Tanggal 30 September 2019. Pada Jum’at tanggal 27 September 2019, sekitar jam 09.30 Wita petugas Kepolisian Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendatangi dan melakukan pengecekan terhadap rumah yang beralamatkan di jalan Puenjidi Kel. Kabonena Kec. Ulujadi Kota Palu.

Di alamat tersangka LK AI alias Opan umur 29 tahun, Pekerjaan Tukang besi/Las, alamat Jl.Asam II Kel. Lere.Kec.Palu Barat Kota Palu.
Petugas menemukan barang sediaan farmasi berupa kosmetik yang diduga tidak memiliki ijin edar. Kosmetik tersebut sudah siap untuk diedarkan/diperdagangkan ke konsumen oleh tersangka LK. AI alias Opan.
Kemudian sediaan farmasi berupa kosmetik tersebut diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

” Dari hasil penggerebekan, petugas mengamankan barang bukti berupa
– 685 (enam ratus delapan puluh lima) Botol Conditioner Pelurus Rambut Turbo Byrose.
– 423 (empat ratus dua puluh tiga) Botol Shampoo Pelurus Rambut Turbo Byrose.
– 212 (dua ratus dua belas) Pot HB whitening Glow.
– 35 (tiga puluh lima) Botol sabun wajah dosis tinggi;
– 38 (tiga puluh delapan) kemasan botol kosong;
– 45 (empat puluh lima) toples plastik MhyChy Skincare White Bodylotion;
– 44 (empat puluh empat) cup persegi handbody tanpa merek;
– 44 (empat puluh empat) buah stiker bulat merek HB Dosis tinggi;
– . 24 (dua puluh empat) buah stiker persegi merek shampoo Pelurus Rambut.
– 1 Gram 2 kaca cincin emas reward untuk resseler penjual produk terbanyak.

” Diperkirakan nilai barang bukti sediaan Farmasi yang diamankan petugas dari tsk AL alias Opan berkisar sejumlah Rp. 13.200.000,- (Tiga Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah),” jelas Didik.

Kata Didik, Tersangka LK. AI alias Opan, melakukan penjualan kosmetik tanpa izin sejak bulan Juli 2019 ini. Dna karena perbuatannya, tersangka Opan diduga melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1.500.000.000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah) dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Sementara untuk tersangka Lk. AW alias Wildan umur 18 tahun, Suku Kaili/Bugis, alamat Jl.Jalur Gaza Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu, Petugas mendatangi rumah tersangka pada Jum’at 27 September 2019 pukul 11.30 wita.
Sebelumnya petugas mendapatkaninformasi dari masyarakat bahwa ada sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat memproduksi sediaan farmasi berupa kosmetik tanpa ijin produksi dan tanpa ijin edar kemudian anggota Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng mendatangi dan melakukan pengecekan terhadap rumah yang beralamatkan di Jln. Jalur Gaza No.4 Kel. Kabonena Kec. Ulujadi Kota Palu.

Di alamat (TKP) tersebut ditemukan barang sediaan farmasi berupa kosmetik yang diduga tidak memiliki ijin produksi dan tidak memiliki ijin edar yang mana kosmetik tersebut sudah siap untuk diedarkan /diperdagangkan ke konsumen oleh tersangka
Kemudian sediaan farmasi berupa kosmetik tersebut diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari TKP di rumah tersangka Lk.AW alias Widan, petugas menyita baranb bukti berupa
a. 109 (seratus sembilan) Botol Conditioner warna hijau.
b. 58 (lima puluh delapan) Botol Conditioner warna kuning.
c. ± 735 (tujuh ratus tiga puluh lima) Btl shampoo tidak bermerek warna kuning.
d. 1 (satu) jergen ukuran 5 Ltr Heviny Conditioner;
e. 3 (tiga) buah loyang warna abu-abu;
f. 1 (satu) buah loyang warna hitam;
g. 2 (dua) buah alat takar;
h. 2 (dua) buah stiker/label merek Pelurus Rambut Turbo By rose.

” Barang bukti sediaan Farmasi yang diamankan petugas berupa Shampoo dan Conditioner tersebut diperkirakan ber sejumlah Rp.6.384.000,- (Enam juta tiga ratus delapan puluh empat ribu rupiah),” ungkapnya.

Dikatakannya, Tersangka Lk. AW alias Wildan mulai memproduksi dan mengedarkan Kosmetik sejak bulan September 2019 tersebut, telah diduga melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1.500.000.000.00 (satu milyar lima ratus juta rupiah) dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a), (g) dan (i) UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto S.IK menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli kosmetik, pastikan produk yang akan dibeli memiliki izin edar.
“Jangan tergiur dengan harga yang sangat murah sementara produk tersebut Ilegal, hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan”, pungkasnya.(NP)

BACA JUGA  Jalan SamRatulangi Kembali Membiru, Almamater Untad Warnai Gabungan Aksi Tolak UU Omnibuslaw

Komentar

News Feed