Ditengah Krisis C-19, Banjir dan Penyaluran Bantuan – Bantuan Wabup Poso Malah Menghilang ?

0
487

POSO, SultengMembangun.com – Ditengah krisis pandemik Covid-19 dan banjir serta gencarnya penyaluran-penyaluran bantuan pemerintah yang akhir-akhir ini semakain deras dikucurkan di wilayahnya.
Wakil Bupati Poso, Ir. T Samsuri tiba-tiba saja malah menghilang dan tidak pernah tersorot oleh pemberitaan media massa.
Menghilangnya sosok Wakil Bupati yang dikenal low profil dan diketahui akan maju sebagai salah satu kandidat Bupati di Poso ini sontak saja menjadi perhatian publik.
Sejumlah warga mulai bertanya-tanya dan penasaran tentang keberadaan orang nomor 2 dalam pemerintahan di Kabupaten Poso ini.
Pasalnya sebelum adanya krisis pandemik C-19 dan bencana banjir maupun penyaluran bantuan-batuan. Wakil Bupati ini oleh warga Poso dikenal paling rajin dan selalu turun dan berinteraksi dengan masyarakat bahkan hingga ke daerah-daerah terpelosok sekalipun.
“Biasanya Pak Wabup yang paling rajin turun lapangan dan bersosialisasi dengan masyarakat namun pada saat ada bantuan-bantuan dari Pusat tiba-tiba saja menghilang ?” tanya sejumlah warga seragam.
Menyikapi rasa penasaran warga tersebut, Wakil Bupati Poso T Samsuri yang dihubungi via HP kepada wartawan hanya tertawa kecil.
Menurut Wabup, dia tetap ada dan akan terus bersama-sama dengan masyarakat. Dia juga menepis adanya indikasi yang menyebutkan dirinya sengaja menghilangkan diri apalagi di saat masyarakatnya sedang terpapar krisis baik oleh pendemik C-19 maupun di saat masyarakat sedang susah dilanda banjir.
“Gak koq, saya tetap ada dan selalu turun lapangan Cuma saya datang gak mbawa-bawa rombongan. Waktu banjir di Masewe saya datang, di Taipa juga, di Lembomawo waktu banjir saya datang begitu juga waktu di Poso Pesisir semua saya datang koq,” jelas Wabup mengawali penjelasannya saat dikonfirmasi wartawan Selasa (12/5) siang tadi.
Ditanya mengapa setiap perkunjungannya tidak tersorot media massa dan mengapapula saat kedatangannya tidak disertai dengan bantuan-bantuan seperti halnya yang dilakukan oleh wakil-wakil bupati lain?
Menjawab pertanyaan tersebut Samsuri hanya berkata bahwa dia tidak memiliki hak untuk membawa-bawa media milik Pemda (PPID) sehingga dirinya tidak diberitakan. Lagian kata Samsuri untuk menggandeng tim PPID tentu membutuhkan biaya sementara untuk penyaluran bantuan-bantuan kata Wabup ditangani langsung oleh Bupati Darmin Sigilipu.
“Untuk membawa-bawa media Pemda kan butuh biaya makanya saya tidak masuk dalam pemberitaan, begitu juga untuk penyaluran bantuan-bantuan ditangani langsung oleh bupati, kalau itu saya gak punya,” ujarnya seraya menambahkan “Kan saya mau maju ada surat Bawaslu jangan sampai ada kesan memanfaatkan bantuan-bantuan pemerintah karena itu akan merugikan kandidat lain,” pungkasnya. (DT)

BACA JUGA  Layani Pemula, Dukcapil Kota Palu Siapkan 12 Ribuan Keping Blanko E- KTP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here