oleh

Dikhawatirkan Antrian Penerima Program UMKM di Bank BRI, Menambah Jumlah Pasien Covid-19

Tampak antrian para penerima bantuan UMKM di hampir semua bank BRI, tiap harinya berjubel dan berdesak-desakan untuk saling mendahukui sehingga tidak ada lagi menjaga jarak.(F-ist)

Program bantuan UMKM yang diperuntukkan bagi para pedagang yang terdampak covid-19, jumlahnya terbilang cukup banyak. Terlihat di sejumlah Bank BRI, Antrian para penerima bantuan tersebut, berjubel dan memadati ruang dan halaman depan kantor Bank BRI. Sontak saja kelihatan mereka lebih mementingkan uang dibanding kesehatan dan keselamatan bersama. Dan itu terlihat jelas, dimana para penerima bantuan ini tidak ada lagi menerapkan protokol covid-19, dengan menjaga jarak dan mencuci tangan. Meskipun semuanya memakai masker, tetapi dengan masker belum tentu bisa menjamin keamanan kita dari penularan virus corona. Alangkah sedihnya melihat kondisi ini, yang justru semakin sangat mengkawatirkan dan bisa jadi akan terjadi lonjakan dan menambah jumlah kasus covid-19 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Laporan : Karenina Dinda Putri

Penerapan protokol Covid -19 di Palu, Sulawesi Tengah akhir-akhir ini tampaknya tidak maksimal lagi. Hal itu jelas terlihat dari antrian para penerima bantuan UMKM di hampir semua Bank BRI, yang kelihatannya tidak ada lagi untuk menjaga jarak. Bahkan para penerima bantuan UMKM, berdesak-desakan didepan pintu Bank BRI menunggu panggilan. Meskipun sudah diberlakukan antrian berdasarkan nomor urut, tapi tetap saja bergerombol.

BACA JUGA  Safari Ramadhan, Sekdarpov Sulteng Hadiri Lomba Desa di Bangkep

Terpantau hingga sejak dikucurkannya dana bantuan UMKM ini di semua Bank BRI bahkan sampai Rabu 23 Desember 2020, para penerima bantuan dana UMKM ini masih saja memadati ruang dan halaman kantor Bank BRI.
Mulai pagi, sejak dibukanya pelayanan di Bank BRI, masyarakat penerima bantuan ini sudah mengantri dari pagi hingga pelayanan ditutup.
Kehadiran mereka di tempat itu, tidak lagi memperdulikan adanya penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh pihak Bank BRI. Dimana disetiap pintu masuk,pihak BRI sudah menyediakan tempat mencuci tangan. Namun kenyataannya terkadang masih banyak pengunjung yang mengabaikannya.
Tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan. Dan bisa saja dampaknya akan menambah jumlah kasus Covid-19 di Kota Palu, bilamana hal itu tak segera diatasi oleh pemerintah setempat.
Penerapan jaga jarak sepertinya sudah tidak lagi terlihat. Karena pengunjung atau penerima bantuan tersebut, saling berlomba untuk saling mendahului.
Padahal sudah berulang kali dihimbau oleh pihak securiti Bank namun tetap saja diabaikan.
Sementara kondisi covid-19 di Kota Palu saat ini terus meningkat. Bahkan rumah sakit umum di Palu yaitu RSUD Anutapura Palu, saat ini ditutup dan tidak membuka pelayanan. Sebab para dokter dan tim medisnya hampir sebagian besar sudah terpapar covid-19.
Tentunya kondisi ini akan semakin mengkhawatirkan bilamana pemerintah kota Palu tidak segera menindaklanjuti antrian penerima dana bantuan UMKM di sejumlah BRI di palu.
Dan bila hal ini dibiarkan, bisa dipastikan pasca tahunbaru 2021,akan terjadi lonjakan pasien covid-19 akibat berjubelnya para penerima bantuan UMKM di bank BRI.
Sementara sudah berkali-kali disampaikan kepada petugas covid-19 Kota Palu, namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti. ***

BACA JUGA  Wabup Badrun Minta Petugas Pasar Untuk Memahami Kerangka Acuan Pasar

Komentar

News Feed