Dihantam Angin Kencang, Pengungsi di Balaroa Keluhkan Tenda Nyaris Roboh

0
422

Kondisi tenda pengungsi di Balaroa kian memilukan. (F-ist)

PALU, Sultengmembangun. com – Sudah enam bulan pasca bencana di Sulteng tepatnya di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo), tak kunjung ada kepastian dari Pemerintah terkait dukungan dana bantuan bagi masyarakat korban bencana di Sulteng.
Bertahan hidup di tempat pengungsian dibawah tenda, menjadi pilihan karena tak ada tempat tinggal lagi. Masih mendingan kalau sudah dapat Huntara (Hunian Sementara), bisa merasa sedikit lebih nyaman.
Hasbiah, salah satu dari sekian korban terdampak bencana yang bertahan hidup ditunda pengungsian di Balaroa, mengaku sudah sangat miris melihat kondisi para pengungsi yang sudah enam bulan ini bertahan hidup di tenda. ” Teriknya sang mentari sudah tak kami keluhkan lagi, namun ketika hujan disertai angin kencang ini musibah bagi kami yang hidup beralas tikar dibawah tenda. Entah sampai kapan kami bisa bertahan hidup ditenda seperti ini,” keluh Hasbia sembari menunjuk kearah tenda yang nampak meliuk-liuk seakan hendak beterbangan ditiup angin.
Bersama pengungsi lainnya, Hasbia masih terus berharap akan janji pemerintah yang akan memberikan bantuan rumah dalam bentuk Huntara maupun Huntap.
“Belum ada titik terangnya kapan itu bisa terealisasi, ” tukasnya. (NP)
REDAKTUR : NILA

BACA JUGA  Massa PD HPA Gelar Aksi Tuntut Tanah di Kelurahan Ranonocu Poso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here