oleh

Dialog Inter Aktip di Radio, Cara Efektif dalam Sosialisasikan Program Dimasa Pandemi Covid-19

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Ibu Dra. Maria Ernawati didampingi Kabid Adpin Muh. Rosni, SE.M.Si saat melakukan dialog inter aktip di salaah satu radio swasta yang ada di Ampana, Kabupaten Tojo Una-una. provinsi Sulteng. (F-Ist)

Tojo Una-una, SM. Com – Selama masa pandemi Covid-19, BKKBN Sulteng memaksimalkan programnya dengan memanfaatkan radio untuk bisa bersosialisasi dengan masyarakat atau pendengar/pencinta RRI dimanapun berada.

Sosialisasi program yang dilakukan melalui RRI dan Radio Swasta lainnya, sudah berlangsung kurang lebih 2 tahun ini.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Ibu Dra. Maria Ernawati didampingi Kabid Adpin Muh. Rosni, SE.M.Si untuk yang kesekian kalinya, kembali melakukan dialog Interaktif tentang Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) Melalui Radio Republik Indonesia (RRI Stasiun Ampana) dan Radio Gandaria Ampana, Sabtu (19/12/2020).

Menurut Kaper BKKBN Sulteng, Maria Ernawati, sosialisasi program Bangga Kencana yang dilakukan melalui dialog inter aktip di radio, akan sangat lebih efektif. Dan dimasa pandemi covid-19, kita memang diharuskan untuk mengurangi pertemuan langsung.

” Kita disarankan untuk mengurangi kontak langsung dengan masyarakat, bertemu dan berkumpul dengan orang-orang dalam jumlah banyak disatu kegiatan. Karena itu ada pembatasan sosial, sebagai salah satu cara untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19,” kata Maria Ernawati yang akrab disapa Erna.

BACA JUGA  Putuskan Mata Rantai Penularan Covid 19, Pemprov Sulteng Gratiskan Alat Rapid Test untuk Masyarakat

Namun demikian, dalam kegiatan apapun itu, pihaknya tetap senantiasa memberikan himbauan kepada masyarakat lias tentang bahaya covid-19.

“Ingat pesan Ibu, 3 M. Jadi kita harus selalu diwajibkan untuk memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan pakai sabun dan membilasnya dengan air bersih. Karena dengan begitu, Virus corona akan menjauh dari kita ” Ujar Erna.

Dikatakan bahwa pesan covid-19 ini juga disampaikannya melalui radio, RRI dan radio swasta lainnya.

Tentunya melalui dialog inter aktip yang di lakukan di sejumlah radio swasta termasuk di RRI, minimal pesan tentang program Bangga Kencana yang kita sampaikan bisa diketahui oleh masyarakat, tanpa harus bertemu atau bertatap muka.

Pendataan Keluarga 2021 merupakan kegiatan strategis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Hasil pendataan dipakai untuk kepentingan perencanaan, evaluasi dan pengukuran kinerja hingga di wilayah administrasi terkecil. Sehingga semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini dituntut untuk bekerja keras serta memiliki semangat dan komitmen tinggi untuk menyukseskannya. Mulai tahap persiapan, pelaksanaan sampai evaluasi.

BACA JUGA  Kecamatan Tatanga Jadi Sentral Distribusi Peredaran Shabu

Melalui dialog ini, Erna menjelaskan tentang Pendataan Keluarga (PK) yang digelar secara periodik lima tahunan. Terakhir PK digelar tahun 2015. Saat itu pendataan mencakup 63,3 juta keluarga dari total 69,8 juta keluarga yang disasar atau mencakup 90,66 persen keluarga se Indonesia. Sedangkan Sulawesi Tengah sendiri cakupan keluarga yang terdata sekitar 700 ribu keluarga.

“BKKBN bukan hanya membutuhkan data makro, tapi juga mikro yang merupakan bagian dari data penting dan menentukan ketika BKKBN mengambil kebijakan-kebijakan. Menghasilkan data mikro, Pendataan Keluarga di antaranya menghasilkan data “by name by address” jelasnya.
Karena dengan data ini bisa mengetahui lokasi keluarga itu berada dan bagaimana bentuk treatment-nya kedepan.
Disamping itu, hasil pendataan keluarga ini digunakan tidak sebatas BKKBN saja, Pendataan Keluarga juga bisa digunakan untuk mendiagnosa kemiskinan, ketertinggalan pembangunan hingga keluarga berkualitas dengan kondisi yang berbeda-beda antar wilayah.
Karena itu, selama ini hasil PK juga dimanfaatkan oleh lembaga atau kementerian terkait. Diantaranya dalam program-program pemberdayaan masyarakat dan sosial.
Pendataan ini juga akan menghasilkan data atau peta operasional yang akan mendukung pelaksanaan program Bangga Kencana melalui sistem informasi demografi hingga tingkat desa. Pendataan Keluarga yang digelar lima tahunan dan di “update” setiap tahun dan untuk tahun 2021 akan digelar April – Agustus 2021 yang sedianya dilaksanakan pada tahun 2020 ini, tapi karena kondisi pandemi covid-19, maka secara nasional pelaksanaannya diundur pada tahun 2021.

BACA JUGA  Rakor Pemutakhiran Data Penerima Huntap, Butuh Kejelasan Data Riil

Di periode ini akan dilakukan pengumpulan dan pengolahan data serta diseminasi PK21. Bahkan pada bulan November 2020 ini telah diadakan Kick Off PK21, dan dilanjutkan tahapan workshop ujicoba PK21 secara serentak di seluruh provinsi. Seluruh keluarga menjadi target PK21.

Adapun tujuan dialog interaktif melalui radio ini adalah untuk meningkatkan advokasi dan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana);
Selain itu, juga memberikan sosialisasi awal dan penyebarluasan informasi tentang pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021.(krn)

Komentar

News Feed