Dewan Pers Apresiasi Kepesertaan Jurnalis di Palu pada Workshop Peliputan pasca Pileg dan Pilpres tahun 2019

0
164

Mohammad Nuh, Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, hadir sebagai salah satu pemateri pada kegiatan workshop Peliputan pasca Pileg dan Pilpres tahun 2019 di Palu, Senin (15/7/2019).(F-Nila)

PALU, Sultengmembangun. com – Dalam merefleksi keterlibatan para insan pers peliputan pasca pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019, Dewan Pers (DP) mengadakan Workshop yang berlangsung hanya sehari diikuti oleh sebagian besar pemimpin redaksi (pemred) media cetak dan media online yang ada di paku serta sejumlah jurnalis dari berbagai media. kegiatan workshop berlangsung, Senin (15/7/2019), di Hotel Santika Palu.

Peserta workshop didominasi kalangan pemimpin redaksi, pemilik media cetak dan media online.

Kegiatan workshop peliputan pasca pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019, Merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Dewan Pers. Workshop ini dibuka oleh Ahmad Djauhar, anggota dewan pers 2019-2022, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Perusahaan.

Diawal kegiatan beliau memberikan pengantar bagaimana potret sesungguhnya peran yang dilakukan oleh pers indonesia ketika terjadi pesta demokrasi pada 17 April 2019.

“Saya harap pers di palu bisa menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan yang berlaku. Dan sejauh ini dari pantauan Dewan Pers, selama pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, kondisi pers di Palu aman dan kondusif,” ujar Ahmad Djauhar.

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh melalui materinya yang berjudul membangun ekosistem demokrasi, menekankan kepada para insan pers agar dapat membangun ekosistem.
Sosialisasi pasca pemilu merupakan yang pertama kali juga diikuti oleh Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh.
” Dalam menjalankan tigas dan fungsinya, pers tidak hanya memberikan informasi yang baik dan mengkritik tetapi lebih dari itu, pers harus mampu membangun ekosistem agar demokrasi itu bertumbuh dengan baik,” tandasnya.

BACA JUGA  Diduga Kasus Hoax YB Sengaja Diulur, Dewan Adat Ultimatum Segra Berlakukan Givu Terhadap YB

Mohammad Nuh juga menekankan agar pers dapat berpikir lebih kritis lagi sebagai langkah nyata dalam muncul perbedaan sehingga melahirkan sebuah inovasi.

” Membangun ekosistem harus dibingkai dengan logika (kebenaran) , etika (kebaikan) dan estetika (keindahan) . Ketiga pilar ini menjadi bagian terpenting dalam membangun ekosistem demokrasi, ” pungkas Mohammad Nuh yang sangat mengapresiasi kehadiran para insan pers di Palu yang mengikuti kegiatan workshop peliputan pasca pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019 yang pertama kali dihadirinya di Palu.(*)
Editor: Nila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here