Cegah Penyebaran Covid 19, Pemkot Palu Diminta Sterilkan GBI di Jalan Patimura

0
9660

Perawatan pasien covid 19 di rumah sakit di Indonesia.(F-ist)

PALU,SM.com – Siapa sangka penularan covid 19 yang begitu cepat sehingga bila tidak dilakukan antisipasi secepatnya maka akan banyak korban yang berjatuhan. Olehnya itu diharapkan kepada Pemerintah Kota Palu agar kiranya dapat segera mensterilkan para hamba tuhan di Gereja Betel Indonesia (GBI) yang beralamat di Jalan Pattimura Palu.

Dari keterangan SL (26), salah seorang PDP yang saat ini masih dirawat di RS Madani Palu, melalui tulisannya yang dishare ke beberapa jurnalis di Palu, meminta agar Pemerintah Kota Palu dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Palu untuk segera melakukan tindakan antisipasi terhadap penyebaran virus corona diantaranya dengan meminta para hamba-hamba tuhan yang pernah melakukan aktivitas ibadah di GBI di Jalan Patimura, Palu untuk memeriksakan diri ke tim medis dengan cara melakukan rapid test.

” Sebaiknya pihak Dinkes Palu mengusut tuntas semua jemaat yamg pernah kontak dengan salah satu oknum Gembala jemaat GBI di jalan Patimura Palu yang diduga tertular virus corona. Sebelum banyak korban yang tertular,” kata SL, selaku sumber yang tetap meminta namanya diinisialkan.

BACA JUGA  Sosialisasi Sistem Peta Jalan Revitalisasi Pendidikan Vokasi

Menurut SL, informasi ini walaupun masih dalam kategori dugaan sementara, namun pihaknya tetap berupaya menyampaikan informasi ini agar segera dilakukan langkah antisipasi. Sebab kalau akar masalahnya berasal dari oknum salah satu hamba Tuhan Gereja Betel Indonesia (GBI) cabang dari Bandung, yang diketahui bahwa sebulan sebelum kontak dengan jemaat, beliau pernah pergi keluar kota yakni ke kota Bandung dan ikut pertemuan dengan para hamba Tuhan yang beberapa dari mereka ada puluhan orang yang sudah meninggal dikabarkan terbukti positif terjangkit virus Covid 19, ungkap SL.

“Awalnya kami disini duga pohonnya dari pacarku SDH (23) yang pasien positif Covid 19 terkonfirmasi di rawat di RS Undata. Dan kuat dugaan saya kena karena saya sempat terus kontak langsung dengan dia selama dia dirawat di RS BK sebelum dia dirujuk diisolasi di RS Undata, “jelas SL.

Dalam hal ini SL meminta kepada pihak Pemerintah kota palu dan dinas terkait supaya melakukan pencegahan sejak dini dan gereja tersebut harus disterilkan dari virus corona dengan melakukan penyemprotan desinfektan dari pihak terkait demi meminilisir pertumbuhan dan penyebaran virus corona.

BACA JUGA  Gubernur Longki Djanggola : Profesi ASN Jadikan sebagai Ladang amal untuk Fastabiqul Khairat

“Kalo saya saran supaya pemerintah kota Palu usut tuntas semua jemaat tersebut supaya ikut rapid test. Supaya dapa tau dank, karena kami disini semua yang dirawat di RS Madani, semuanya PDP. Dan salah satu yang positif AAT (25), dia juga jemaat di gereja itu, termasuk pacarku juga sudah positif di rawat di RS Undata Palu, ” jelasnya.

Selain itu SL menambahkan bahwa kemarin ada yang mengatakan Palu sudah transmisi lokal kerana sudah tidak ditahu pohonnya dapatnya dari siapa tapi setelah beberapa hari ini, satu jemaat jadi PDP di RS Madani mulai kelihatan kalau pohonnya dari mereka yang di gereja itu pernah keluar kota dan kontak dengan para pendeta yang di kabarkan meninggal karena covid kemarin di kota Bandung. Intinya palu belum transmisi lokal penyebarannya, masih dari orang-orang yang sempat keluar kota, jelas SL.

Di ketahui pula hari Kamis (23/04/2020), oknum pendeta yang dimaksud tersebut sekeluarga sudah melakukan rapid test di RS Madani. Dan dari 7 orang mereka dalam satu keluarga, berdasarkan hasil rapid test, satu diantaranya dinyatakan +. Sementara 6 orang lainnya negatif dan tetap melakukan isolasi mandiri di rumah.

BACA JUGA  Terjerat Kasus Money Laundry, Mantan Kepala Kas di BPD Bahomotefe Morowali, Terancam 15 Tahun Penjara

” Untuk data lengkapnya, silahkan teman-teman Pers konfirmasi sama pak Dirut RS Madani, dr. Nirwansyah,” kata SL.

Hal ini juga dibenarkan oleh dr.Nirwansyah, selaku Dirut di RS.Madani Palu.

“Kamis kemarin terhadap pendeta sekeluarga sudah dilakukan rapid test, dan hasil rapid test diantaranya dinyatakan positip dan sekarang ini di rawat di RS Madani,” kata dr.Nirwan yang dikonfirmasi via whatsapp.

Intinya semua satu jemaat GBI Home di jalan Patimura berstatus 7 PDP yang di rawat di RS Madani Palu Dan sejauh ini, dari 7 PDP, diantaranya sudah terkonfirmasi ada 2 PDP yang dinyatakan + Berdasarkan hasil swab.

Terkait 2 PDP di RS Madani yang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab, Dibenarkan oleh Direktur Utama RS Madani Palu, dr.Nirwansyah. (*nil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here