oleh

Cegah Meningkatnya Pasien Covid 19, Gubernur Tegaskan Bupati/Walikota Tingkatkan Sosialisasi dan Edukasi hingga ke Pelosok

Bersama Forkopimda, Gubernur pimpim rapat virtual di ruang Polibu.(F-hmsprov)

PALU, Sultengmembangun.com – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola, M.Si, bersama Kapolda Irjen. Pol. Rahman Baso, Danrem 132 Tdl. Brigjen Farid Makruf, Memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid di Sulteng Secara Virtual di Ruang Rapat Polibu , Rabu, 21 Oktober 2020. 

Rapat tersebut dihadiri , Plt. Kadis Kesehatan Propinsi Sulteng, Karo Humas dan Protokol , hadir langsung di Polibu , Bupati dan Walikota Palu, Unsur Forkopimda dan satgas Penanganan Covid Kabupaten dan kota Palu lewat Virtual.

Pada kesempatan itu Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola, M.Si bahwa berdasarkan data Penyebaran Covid di Sulawesi Tengah per tanggal 20 Oktober 2020 kasus terkonfirmasi Positip sudah mencapai 726 Kasus, dan jumlah kasus sembuh sebanyak 462 Orang atau 63, 6% kasus meninggal berjumlah 28 Orang dan CFR 3, 86% , dan masih terdapat proses Lab sebanyak 218 Sampel.

Selanjutnya Gubernur menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kajian Propinsi meningkatnya kasus terjadi karena Pertama Edukasi belum optimal sampai ke pelosok masyarakat, Kedua Belum Optimalnya penertiban pada tempat tempat keramaian dan tempat tempat umum, Ketiga Tracking yang belum maksimal pada beberapa Kabupaten dan Kota Palu dan Terakhir Protokol Kesehatan Belum Sepenuhnya dilaksanakan.

BACA JUGA  KPU : Proses Pendaftaran Pasangan HEBAT Berlangsung Cepat dan Lengkap

Untuk itu diminta kepada Bupati, Walikota bersama Unsur Forkopimda dan Satgas Penanganan Covid Agar lebih optimal melakukan Edukasi kepada masyarakat, Agar Bupati dan Walikota Palu membuat surat Edaran atau kebijakan Protokol Kesehatan ditempat tempat umum dan Pusat Keramaian , Agar memperketat Penerapan dan Penertiban Protokol Kesehatan , Tracking dimaksimalkan dan pengambilan sampel Swab ditingkatkan.

Kepada Bupati dan Walikota Palu, Gubernur meminta penjelasan tentang langkah langkah penanganan Covid 19 di daerahnya masing -masing. 

Pada Kesempatan itu Kapolda Sulteng Irjen Pol Rahman Baso, menyampaikan agar seluruh Kapolres dan Kapolsek dan Babinkantibmas agar terus bersama sama Satgas untuk melakukan pencegahan operasi Yustisi , selama ini operasi Yustisi sudah melakukan teguran sebanyak 3638 , dan sudah menerapkan sangsi sebanyak 372 Kali selanjutnya demikian juga Danrem 132 Tdl Brigjen TNI Farid Maruf , meminta agar seluruh Damdim dan jajaran untuk dapat untuk terus bersama satgas melakukan operasi yustisi dan penerapan sangsinya tidak dengan Push up tetapi memberikan sangsi lebih mengucapkan janji di depan umum.

BACA JUGA  Bantu Masyarakat Disela Pandemi Covid 19, Alumni Akpol 98 di Polda Sulteng Bagi Sembako Gratis

Pada akhir rapat Koordinasi Gubernur menyimpulkan keputusan yang dilaksanakan dalam penanganan Covid antara lain ;

Pertama : Penegakan Disiplin sesuai Pergub 32 Tahun 2020 dan Penegakan Perbub dan Perwali tentang protokol kesehatan melalui Operasi Yustisi.

Kedua : Terus dilakukan penegakan disiplin Protokol Kesehatan , kepada yang melanggar Protokol Kesehatan tetap diberikan sangsi Sosial sebagai Efek Jera dan terus melakukan Edukasi dan Tracking Kepada Masyarakat.

Ketiga : Kebijakan pemberlakuan Syarat perjalanan yang masuk wilayah Sulawesi Tengah harus menunjukkan hasil Swab PCR diubah dengan syarat Rapid Tes dan akan berlaku sejak tanggal 26 Oktober 2020, 

Dan Pada Saat itu Gubernur menandatangani SE Nomor , 440/570/Did. Kes, Tentang Perubahan SE Gubernur Nomor, 440/ 523/ Dis.Kes , Tentang Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 dalam upaya pencegahan dan pengedalian penyebaran corona virus Disease 2019 (Covid-19) di Prop. Sulteng.(Kiki)

Komentar

News Feed