Brigjen Pol Suyono : Sarang Narkoba di Palu Susah Diberantas

0
225

Kepala Badan Narkotika Nasional
Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Suyono., M.M., M.B.A, didampingi para kabid saat merilis data pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan oleh BNNP Sulteng pada Semester I-2019, Senin (15/7/2019).(F-widya)

PALU, Sultengmembangun.com – Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) adalah upaya sistematis yang selama ini terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.
Namun upaya tersebut akan sia-sia bila tidak mendapat dukungan dan peran serta dari masyarakat serta seluruh instansi pemerintah untuk memberantas dan membersihkan daerah ini dari bahaya laten penyalahgunaan narkotika.

” Untuk mewujudkan hal itu, sangat diperlukan kepedulian dari seluruh instansi pemerintah, organisasi masyarakat, para tokoh agama dan instansi swasta agar bisa menjadi pelaku P4GN secara mandiri,” tandas Kepala Badan Narkotika Nasional
Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Suyono., M.M., M.B.A, saat merilis data pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan oleh BNNP Sulteng pada Semester I-2019, Senin (15/7/2019), di ruang rapat kantor sementara BNNP Sulteng.

BACA JUGA  Penemuan Seragam Anak SD yang Dikira Penculikan Anak, Kapolres Palu Katakan itu Hoax

Dari sisi pencegahan, BNNP Sulteng terus melakukan Diseminasi Informasi berupa sosialisasi Bahaya Narkoba ke berbagai lapisan masyarakat terutama di tiga kelurahan yang menjadi sarang narkoba yakni kelurahan Tatanga, Kelurahan Tatura Selatan (Jalan Anoa-red), Kecamatan Palu Selatan dan Kelurahan Kayumalue- Kecamatan Palu Utara.

” Kami seringkali melakukan sosialisasi mulai dari Intansi Pemerintah, Instansi Swasta, Kelompok Organisasi Masyarakat, Instansi Pendidikan dan Perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat. Bahkan sesudah diguncang musibah bencana alam yaitu gempa, tsunami dan likuifaksi, BNNP Sulteng giat bekerja sama dengan aktivitas-aktivis dan NGO yang bekerja di posko-posko pengungsian kelompok rawan dan rentan agar masyarakat terdampak bencana, tidak sampai lengah menjaga diri, keluarga dan masyarakat dari penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Namun diakuinya bahwa di tiga kelurahan ini, yang sudah beberapa tahun diketahui sebagai sarang narkoba, pihaknya merasa sangat kesulitan untuk melakukan pemberantasan di tiga daerah tersebut. Pasalnya, ada beberapa kelompok masyarakat disana tidak mendukung program pemerintah dalam melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

BACA JUGA  Menuntut Pemenuhan Hak atas UMSK, Ribuan Karyawan/Buruh di PT IMIP Ancam Mogok Kerja

” Pihak kami merasa kesulitan dalam memberantas peredaran narkotika yang dimotori oleh tiga kelurahan yang dimaksud, yang merupakan sarang narkoba. Masalahnya masyarakatnya didaerah tersebut, susah diajak berdamai. Mereka justru mendukung segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh para bandar narkotika yang ada di Tatanga, Anoa dan di Kayumalue. Jadi memang sulit untuk diberantas bila tanpa dukungan masyarakat, ” pungkas Suyono yang mencoba melakukan langkah secara persuasif dengan mendekatkan diri kemasyarakat melalui sentuhan program dari pemerintah kota dan provinsi, agar masyarakat di daerah yang menjadi sarang narkoba di palu, bisa mandiri tanpa harus menikmati uang haram dari penjualan narkoba/shabu.
Karena itu, diharapkan pula peran dari para tokoh agama untuk dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat di tiga kelurahan yang terkenal dengan peredaran narkotika.

” Harapannya agar dengan pencerahan dari sisi agama, dapat menyadarkan masyarakatnya dan meyakinkan bahwa alangkah sangat berdosanya mereka ketika memakankan uang haram kepada keluarga. Uang dari hasil penjualan narkotika. Sentuhan agama dinilai sangat penting karena itu semua pihak harus bersinergi bila ingin dan sepakat untuk membersihkan daerah kita ini dari bahaya penyalahgunaan narkotika, ” tandas Suyono, yang berulangkali menekankan kepada para insan pers untuk secara intens memberikan informasi ke masyarakat tentang bahaya laten penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi emas, generasi penerus harapan bangsa. (widya)

BACA JUGA  Narkoba

REDAKTUR : NILA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here