oleh

Brigjen Pol Suyono : Kejahatan Narkoba adalah Extra Ordinary Crime

Brigjen Pol Suyono, Kepala BNNP Sulteng


Memprihatinkan, Puluhan Siswa SMP di Kota Palu Positif Pemakai Shabu

PALU, Sultengmembangun. com – Hingga saat ini, Pemerintah Kota Palu dianggap belum berhasil dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Palu. Hal ini terbukti dengan semakin bertambahnya jumlah siswa terutama di kalangan pelajar SMP yang positip terindikasi menggunakan narkoba jenis shabu.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, menyebutkan persentase jumlah pelajar di Palu yang sudah terindikasi menggunakan narkoba. Dan sekarang mereka sudah dalam proses rehabilitasi oleh pihak BNNP Sulteng.

Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Suyono menyebutkan prevalensi penduduk Sulteng yang terindikasi pengguna narkoba berjumlah
36.594 jiwa atau 1,70 persen dari 2.154.000 jiwa penduduk Sulteng. Dengan kategori pemakai didominasi oleh kelompok pekerja sebesar 59 persen, disusul peringkat kedua adalah kelompok pelajar sebanyak 24 persen dan kelompok masyarakat umum sebesar 17 persen.

Dia mengatakan bahwa untuk kelompok pelajar khususnya di Kota Palu, pada kategori kelompok pelajar SMP/SMA/SMK, pengguna narkoba tertinggi dari SMP Negeri 5 Palu dengan jumlah pengguna sebanyak 35 orang positip narkoba. Sementara peringkat tertinggi kedua dari SMP 21 Marawola Kabupaten Sigi berjumlah 25 orang siswa, posisi ketiga dari SMP 21 Palu ada 21 orang siswa pemakai narkoba dan posisi ke empat dari SMP KB sebanyak 18 orang siswa positip narkoba. Berikutnya dari SMA KB 15 orang. Sementara lainnya dari SMP 3 10 orang, SMP 10 ada 9 orang positip narkoba, SMP 16 ada 8 orang siswa pengguna narkoba, SMP 4 ada 7 orang siswa pengguna narkoba, SMP 15 ada 6 orang, SMA 5 ada 5 orang pemakai narkoba, SMP 6 ada 4 siswa narkoba, SMP 18 ada 3 orang, SMK N 2 ada 2 orang positip narkoba dan STM PGRI ada 1 orang siswa terindikasi positip narkoba.

BACA JUGA  Dialog Inter Aktip di Radio, Cara Efektif dalam Sosialisasikan Program Dimasa Pandemi Covid-19

” Kondisi ini sangat memprihatinkan sekali. Bisa dikatakan darurat narkoba sudah terjadi di Dunia pendidikan di Palu. Saya menghimbau kepada seluruh orang tua dan masyarakat, semua tokoh agama, tokoh masyarakat juga pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten terutama kepada pemerintah kota Palu, semuanya bersama-sama bersinergi untuk memberantas penyebaran dan Peredaran narkoba. Bahaya narkoba menyelimuti dunia pendidikan sudah sangat luar biasa. Sehingga dibutuhkan penanganan secara khusus dan luar biasa,” ujar Brigjen Pol Suyono diacara jumpa pers, pekan kemarin.

Tentunya untuk bisa menekan ini adalah kepedulian semua unsur masyarakat bersinergi dengan pemerintah daerah menggalakkan program darurat narkoba.

Karena itu diharapkan peran para Bupati/Walikota minimal punya Peraturan Daerah sebagai payung hukum masing-masing OPD dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika.

” Sampai saat ini masih ada beberapa kabupaten termasuk Kota Palu yang belum membuat peraturan Bupati,/ Walikota untuk pemberantasan narkoba. Karena kejahatan narkoba ini sudah kategori kejahatan serius. Kejahatan tingkat tinggi (extra ordinary crime).
Olehnya itu dibutuhkan penanganan yang serius dari semua pihak untuk bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba. (kiki)

BACA JUGA  Kado Kemerdekaan Untuk Pendidikan (Anak Indonesia Harus Sekolah)

Komentar

News Feed