oleh

BNN Kota Palu Ungkap Pengiriman Shabu Via Rental Bermodus Buang Alamat

Kepala BNN Kota Palu, AKBP Dr.Baharuddin, SE,MSi didampingi para kabid, melakukan press release penangkapan tsk Pengedar shabu di wilayah Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.(F-nila)

SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU – Penangkapan salah seorang tersangka (tsk) yang diduga sebagai pengedar shabu, menuai tanda tanya. Sebab dalam peredaran shabu yang dilakukan oleh tsk, menggunakan modus operandi terputus. Sehingga inilah yang menyulitkan petugas BNN Kota Palu untuk mengungkap siapa pemilik shabu yang dikirim melalui salah satu agen rental tujuan Palu-Luwuk.

Kepala BNN Kota Palu, AKBP Dr.Baharuddin, SE,MSi diacara press reles di kantor sementara BNN Kota Palu, Selasa (28/09/2021), menyampaikan terkait adanya penangkapan seorang tersangka inisial M alias Obi yang ditangkap pada saat menerima paket kiriman barang yang dikirim dengan tujuan ke agen PO.Nur di kompleks Mangkio Kabupaten Luwuk Banggai.

” Penangkapan M alias Obi oleh Pihak BNN Kota Palu dilakukan pada 1 September 2021. Tepat pada saat tersangka M alias Obi mengambil paket kiriman tersebut di agen rental PO.Nur, sekitar pukul 12.30 wita. Dan tsk dan barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke kantor BNN Kota Palu,” ungkap Kaban Dr.Baharuddin.

BACA JUGA  Bupati Sigi Siap Menerima Ranperda Penyusunan Program Pembentukan Perda

Sebelumnya kata Dr.Baharuddin, pada Selasa 31 Agustus 2021, sekitar pukul 13.00 wita, petugas bidang pemberantasan BNN Kota Palu mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya paket kiriman yang mencurigakan yang dikirim oleh seseorang lelaki yang tanpa identitas pengirim.

Segera Tim Berantas BNN Kota Palu menuju ke TKP yaitu ke agen rental yang dimaksud.
Dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap paket kiriman tersebut dan disaksikan oleh penjaga agen rental Ipank Abdul Gani.

” Hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa shabu sebanyak 2 bungkus plastik klip bening dengan berat bruto 184,52 gram. Bersama barang bukti juga dikirim barang berupa 1 buah kaleng biskuit merk good time dan 1 bungkus plastik beras. Lalu semua barang bukti langsung dibawa ke kantor BNN Kota Palu untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tutur Dr.Baharuddin.

Dibawah koordinator Kasi Pemberantasan BNN Kota Palu, AKP Gusti Ngurah Parmadi, SH bersama tim melakukan pengembangan (Control Delivery) dan mencari tersangka pemilik atau penerima paket tersebut.

” Tim Berantas berangkat ke Luwuk. Tepat sekitar pukul 12.30 wita, petugas BNN Kota Palu berhasil mengamankan seorang Lk.M alias Obi yang datang ke rental PO.Nur mengambil paket kiriman tersebut. Dan segera tsk Lk.M alias Obi langsung diamankan oleh petugas BNN Kota Palu,” jelas Dr.Baharuddin.

Dari hasil pengembangan terhadap tsk Lk.M alias Obi, mengakui bahwa babuk berupa 2 bungkus shabu tersebut diperoleh dari Lk.F yang dikirim melalui agen rental tujuan Palu-Luwuk, atas perintah dan arahan dari salah satu bandar yang ada di Makassar Lk berinisial R alias A. Dengan modus operandi, Lk.M alias Obi langsung berkomunikasi melalui telpon dengan Lk.R alias A untuk memesan shabu. Kemudian pesanan Shabu dikirim melalui agen rental tujuan Palu -Luwuk dengan cara nama atau identitas penerima paket disamarkan atau dipalsukan.

BACA JUGA  Cegah Gizi Buruk, Bupati Parimo Minta Tingkatkan Kualitas Gizi

” Sistim operandinya buang alamat. Tsk hanya berkomunikasi lewat telpon dan menurut pengakuannya mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Bisnis penjualan shabu ini dilakukan okeh tsk M alias Obi sejak Mei 2021 dan terungkap nanti di Agustus 2021,” kata Dr.Baharuddin.

Dr.Baharuddin menambahkan Lk.M alias Obi adalah salah satu bandar yang ada di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai. Tsk M alias Obi yang mengedarkan shabu di wilayah Kota Luwuk.

Adapun pasal yang disangkakan kepada Tsk Lk.M alias Obi yaitu pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (Nil)

Komentar

News Feed