oleh

BKKBN Sulteng & Dinas P2KB Berkolaborasi dalam Menggalakkan Program Bangga Kencana

SULTENGMEMBANGUN. COM, PALU –
Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Tenny C. Soriton, S.Sos.,MM melakukan silaturahmi ke Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng. Dimana kedua instansi ini memiliki misi yang sama yakni dalam menjalankan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kunjungan dilaksanakan, Rabu (12/1/2022), dan ini menjadi kunjungannya yang pertama sebagai Kaper BKKBN Sulteng, sejak terakhir kali berkunjung saat masih menjabat sebagai Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang).

Tenny didamping seluruh koordinator bidangnya, berbagi pengalaman saat menjadi Kaper di Kalimantan Barat hingga isu-isu program yang saling kejar mengejar angka antar Sulteng dan Kalbar.

“Di Kalbar 29.8, di Sulteng 29.9 hasil SSGBI 2018, baku iko memang. Begitu juga perkawinan anak, dua-duanya masuk 10 besar skala nasional ” ujarnya dengan logat khasnya dari Manado.

Kedua Provinsi ini sebutnya memiliki gambaran yang kurang lebih sama, akan tetapi ada satu yang membedakan Sulteng dengan Kalbar dan juga tidak dimiliki kebanyakan provinsi lainnya yaitu keberadaan Dinas P2KB Provinsi. Katanya ini dapat menjadi kekuatan dalam mensukseskan Program Bangga Kencana jika saling berkolaborasi.

BACA JUGA  Program di Kampung KB Pombewe Makin Menggeliat

“Kita dua sumber dana dari APBD dan APBN, seharusnya kita lebih kencang. Kita bersama sama, lebih banyak bertemu, berkomunikasi lebih sering lebih bagus. Kami akan mensupport P2KB, kalau organisasi kaku akan patah sendiri, saya rasa semua bisa dikomunikasikan sepanjang visi kita sama. Ibaratnya kedua instansi ini kakakberadik ” katanya.

Pelaksanaan kegiatan Program Bangga Kencana oleh kakak beradik ini diharapkan dapat berjalan sangat dinamis melalui konsultasi dan koordinasi untuk mencapai hasil maksimal dan upaya meminimalisir persoalan/bias atas tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk itu melalui pertemuan ini, keduanya telah merencanakan beberapa aksi integrasi yang akan segera dilakukan, diantaranya audiensi ke Gubernur Sulteng dan pimpinan daerah kabupaten/kota terkait Dana Alokasi Khusus yang digelontorkan pusat sebagai suplemen penyelenggaraan program di daerah yang harus didukung dengan pelaksanaan otonomi daerah melalui mekanisme penganggaran seperti APBD.

“Di kab/kota karena melihat DAKnya besar, sehingga APBD sangat kurang, juga progress penyerapan DAK yang rendah itu nanti kita tindak lanjuti bersama bertemu dengan Bapak Gubernur” ungkap Kepala Dinas P2KB Sulteng Dra. Siti Hasbiah N. Zaenong, M.Si.

BACA JUGA  TNI-Polri Serbu Markas KKB di Olenski Kampung Distrik Gome, 1 Anggota Brimob Gugur dan 5 KKB Tewas

Selain dengan surat Gubernur, ada baiknya kita juga ketemu langsung dengan Bupati, jangan cuma kita monitoring-monitoring ke OPD KB. Dukungan APBD saat ini juga perlu untuk pelaksanaan kegiatan stunting bagi OPD KB di daerah” sambung Tenny.(*rls/nl)

Komentar

News Feed