oleh

BKKBN Harapkan Semua Program Pembangunan Harus Mengacu pada Kependudukan

Selasa menyapa BKKBN bahas masalah kependuduukan menjadi bagian terpenting dalam pembangunan. (F-dok.ist)
SULTENGMEMBANGUN.COM, PALU – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sulawesi Tengah kembali melaksanakan pertemuan dalam Program Selasa Menyapa dengan PKB/PLKB.

Pertemuan kali ini mengangkat tema Kebijakan Pembangunan Kependudukan, yang dilakukan secara daring, Selasa (14/09/2021).

Berbicara soal kependudukan, itu artinya berbicara dari kacamata yang lebih luas dan berpikir kedepan dalam kerangka pembangunan. Karena selama ini yang kita lihat, dimana aspek pembangunan nyaris tidak mempertimbangkan program kependudukan. Misalnya membangun sekolah tanpa mempertimbangkan berapa jumlah penduduk dan proporsi peserta didik, penduduk daerah sekitar.

Karena itu berbicara soal penduduk tidak hanya berbicara tentang program 5 tahun, tetapi direntang waktu jauh kedepan, masalah kependudukan menjadi bagian yang terpenting dari program pembangunan. Sebab investasi dan rekayasa kependudukan akan terlihat hasilnya dalam rentang waktu yang
cukup panjang. Tidak seperti membangun infrastruktur,” ujar Subkoordinator Pemaduan kebijakan daerah direktorat pemaduan kebijakan pengendalian penduduk (Ditjakduk) BKKBN, Rikhaparamita Siregar, S.Psi, MSR.

BKKBN sebagai pemegang mandat pengendalian penduduk telah berhasil melakukan program pengendalian penduduk. Hal itu dapat dilihat dari jumlah TFR yang turun dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) yang melambat.

BACA JUGA  Program PKK Harus Sejalan dengan Program Pemerintah

Namun perlu diketahui bahwa program pengendalian penduduk juga berpengaruh besar terhadap perubahan struktur umur dan komposisi penduduk. Misalnya, sekarang ini jumlah penduduk usia produktif besar dan diharapkan dapat menjadi modal untuk peningkatan ekonomi atau dikenal dengan istilah Bonus Demografi.

Walaupun dalam situasi kependudukan yang sama, apabila tidak dimanfaatkan dengan intervensi yang tepat, dapat menimbulkan chaos seperti tingkat pengangguran yang akan meningkat. Masalah lainnya juga terkait persiapan untuk meningkatkan jumlah kelompok usia tua dikarenakan Usia Harapan Hidup yang meningkat.

Hal ini merupakan suatu keberhasilan karena artinya derajat kualitas hidup manusia Indonesia meningkat, tetapi juga merupakan suatu catatan dalam perencanaan pembangunan mendatang yang harus mulai dipersiapkan dari sekarang.

” Dinamika kependudukan inilah yang harus diintegrasikan ke dalam strategi pembangunan. Penduduk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap aspek pembangunan, baik sebagai pemberi dan penerima hasil pembangunan, atau people centered development,” tandasnya.

Usaha ini yang sedang dilakukan oleh BKKBN. Termasuk untuk menyiapkan suatu cetak biru pembangunan kependudukan yang diharapkan dapat digunakan oleh pemangku kepentingan dalam merencanakan pembangunan yang berorientasi pada penduduk. Demi meningkatkan kualitas manusia Indonesia sesuai dengan visi Indonesia 2045.(NL)

BACA JUGA  Pemkab Banggai Santuni Beasiswa Untuk 1200 Mahasiswa Untad

Komentar

News Feed