BKKBN Goes To School dalam Rangka Cegah Nikah Dini

0
215

BKKBN Sulteng sosialisasikan program cegah nikah dini dikalangan siswa SMA di Poso (F-ist)

POSO, Sultengmembangun. com
– Setelah menggelorakan program Kampung KB, kini saatnya BKKBN hadir lagi dengan inovasi program ” goes to school, stop nikah dini”. Program ini mulai disosialisasikan ke sekolah-sekolah terutama di jenjang SMP/SMA/SMK dan MA.

Sejalan dengan sejumlah program BKKBN lainnya, dalam upaya menekan angka kelahiran. Salah satunya dengan membuat inovasi program pencegahan nikah anak/nikah dini.

Program ini diharapkan dapat menambah wawasan serta meningkatkan pemahaman bagi para remaja tentang pentingnya menyiapkan masa depan dengan baik. Agar kelak bisa menjadi remaja yang tangguh, mandiri dan berdaya saing. Demikian inti sambutan Kepala BKKBN Sulteng diwakili Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin), Muhammad Rosni, M.Si.
pada kegiatan Sosialisasi Pembangunan Keluarga bersama Mitra Kerja di SMAN 1 Lage, Kabupaten Poso, kemarin.

Pada kegiatan tersebut, Rosni menghimbau kepada para siswa di SMA N I Lage, untuk fokus dalam belajar, mengedepankan pendidikan agar bisa meraih cita-cita yang bisa membanggakan orang tua. ” Jangan disuruh sekolah tapi malah hanya pacaran. Kasihan orang tua, berharap anaknya disekolahkan bisa belajar dengan baik, tapi nyatanya anaknya hanya berpacaran, ” kata Rosni, yang terus mencoba memberikan pemahaman kepada para siswa untuk bisa lebih menghargai waktu di masa remaja dan mengisinya dengan hal-hal yang positip.

BACA JUGA  Pihak IAIN Tarik Seluruh Mahasiswa KKN di Tojo Una-una

Sosialisasi program ini erat kaitannya dengan program pembangunan keluarga. Karena itu, remaja menjadi ujung tombak keberhasilan program ini.

Berdasarkan data yang dilis kementerian agama menyebutkan bahwa angka perceraian di Sulawesi Tengah cukup tinggi. “Sejak Januari hingga Agustus 2019, ada 600 perkara perceraian dan didominasi oleh pernikahan usia muda,” ungkapnya.

Tentunya hal ini menjadi perhatian bagi kita semua untuk lebih memprioritaskan pendidikan dan fokus dalam menyiapkan masa depan. Kematangan mental, kematangan sosial dan ekonomi menjadi hal yang utama dalam menyiapkan perkawinan dengan pernikahan ideal usia 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria.

Karena Remaja yang menikah di usia dini belum mampu mengelola sebuah keluarga. Mereka masih berpikir inpulsif. Remaja masih bertindak semaunya tanpa memikirkan akibatnya. Siapa yang repot, pasti mereka sendiri, jelas Rosni menghimbau kepada para siswa untuk meneruskan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan minimal S1.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kabupaten Poso Mercy Hande mewakili anggota Komisi IX DPR RI dr. Verna Inkiriwang mengajak para siswa untuk belajar dengan giat.
” Diusia remaja seperti ini, mari kita mengisi waktu di usia remaja ini dengan hal-hal positip. Jangan sia-siakan masa muda adik-adikku, dan upayakan jangan sampai terlibat dalam pergaulan bebas, ” himbau Mercy.

BACA JUGA  Menyikapi Persebaran Covid-19 di Dunia Pendidikan, Ketua PGRI Sulteng Angkat Bicara

Kepala SMAN 1 Lage Dr. Yan Clive Lumalo MM menyampaikan terima kasih atas dipilihnya SMAN 1 Lage sebagai tempat kegiatan yang dilaksanakan BKKBN bersama komisi IX DPR RI. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sampai disini tapi berkelanjutan. Kami menunggu program lainnya,” ujar Dr Yan, kepsek SMAN I Lage.

Kegiatan kali diikuti oleh 200-an siswa SMAN 1 Lage bersama jajaran guru. Kegiatan ini maki n semarak karena panitia menyediakan doorprize seperti sepeda gunung, magic jar, dispenser, setrika, dan ponsel android.(NP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here