Bisnis Narkoba Makin Menggiurkan, Kelurahan Bersinar Hanya jadi Sebatas Program

0
185

Brigjen Pol Suyono.
PALU, Sultengmembangun. com – Sampai saat inipun tiga kampung narkoba di Palu, belum berhasil diberantas. Justru penjualan narkotika jenis shabu makin merajalela bahkan sudah sampai mewabah dikalangan anak-anak SD.

Tiga kampung narkoba yang ada di palu yakni Tatanga, Anoa dan Kayumalue. Penjualan narkoba di tiga kampung ini, sudah menjadi rahasia umum. Bahkan anak-anak SD pun dalam melakukan penjualan sudah fasih dengan istilah SS alias shabu-shabu.

Kiloan barang bukti shabu yang beredar di palu dimusnahkan pihak Polda Sulteng.(F-dok. Nila)

Kondisi ini sungguh sangat miris melihat generasi muda, penerus cita-cita bangsa dari usia belia sudah bergaul dengan narkoba.

Dimana peran dunia pendidikan, selama ini yang selalu hanya sibuk mengejar prestasi sementara pendidikan moral anak didik seolah terabaikan.

Disisi lain, kurangnya ketersediaan lapangan kerja menjadi salah satu penyebab sehingga sebagian warga di tiga kampung natkoba ini lebih cenderung memilih pekerjaan yang instan dengan menjadi pengedar narkoba. Dan tak dipungkiri lagi diantaranya ada yang menjadi pemakai karena sudah terbiasa bergaul dengan narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Suyono mengakui kesulitan dalam memberantas tiga kampung narkoba di Palu. Dengan alasan bahwa dukungan masyarakat di kampung narkoba itu membuat pihaknya kesulitan dalam menangkap para pelaku pengedar narkoba yang bersarang di tiga daerah tersebut.

BACA JUGA  Mantapkan Persiapan MTQ 2020, Bangkep Jadi Tuan Rumah

” Sudah ditahu memang di kampung narkoba itu ada bandarnya. Tapi kami tidak ada barang bukti untuk itu. Disatu sisi, setiap kali dilakukan penggerebekan, masyarakat di kampung itu langsung main keroyokan terhadap aparat. Jadi memang kendala berat bagi kami, karena kurangnya dukungan masyarakat dalam memberantas narkoba di palu khususnya di tiga kampung yang menjadi basis peredaran narkoba, ” ungkap Brigjen Pol Suyono, beberapa waktu lalu di kantor sementara BNNP Sulteng.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh BNN Provinsi dan BNN Kota Palu bekerjasama dengan Pemerintah Kota dalam memberantas narkoba. Salah satunya dengan membuat program “Kelurahan Bersinar (Bersih Tanpa Narkoba)”.
Tentunya dalam program kelurahan bersinar ini, tidak sedikit anggaran yang dikucurkan. Namun faktanya, peredaran narkoba di kota palu makin menjadi. Bahkan di sejumlah kelurahan di palu ada Satgas Narkoba. Tapi ironisnya, peredaran narkoba malah kian marak. Bukan berarti bahwa Satgas narkoba ini tidak bekerja.

Menurut Suyono, kunci utama dalam upaya pemberantasan narkoba adalah kesadaran masyarakat.

BACA JUGA  Masyarakat Wajib & Bertanggung Jawab Untuk Menanggulangi Masalah Narkoba

” Tanpa dukungan dari masyarakat, semua usaha yang dilakukan oleh BNNP Sulteng BNN Kota Palu bersama pemerintah setempat , ormas dan para tokoh agama, hanya akan sia-sia belaka. Karena kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kelurahan Bersinar, membersihkan Kota Palu dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, ” pungkas Suyono. (*Didi)

Editor : Nila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here