oleh

Bias, Penggugat Kecewa Gugatannya Ditolak

Adi Bagus Pramono

PALU, Sultengmembangun.com – Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu I Made Sukanada, memberikan vonis gugatan penggugat yang diajukan Tommy H.Antolis dan Telly Antolis kepada tergugat Rizal Tjahyadi dinilai wanprestasi atas pinjaman uang Rp 750 juta, tidak dapat diterima, karena kurang pihak.

Putusan tersebut dibacakan I Made Sukanada pada sidang di hadiri perwakilan kuasa hukum masing-masing penggugat dan tergugat di PN Palu, Kamis (5/3/2020).

Usai pembacaan putusan I Made Sukanada memberikan waktu 14 hari menyatakan sikap baik penggugat maupun tergugat.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum penggugat Adi Bagus Pramono, mengatakan dalam putusan ini pihaknya merasa kecewa, cuma apapun bentuknya harus diterima sebab proses dan tahapannya telah dijalani, dan masih akan dilanjutkan.

” Kami tidak akan menyerah sampai disini, ” katanya.
Ia mengatakan, harapan awalnyanya gugatan mereka diterima, meski hanya sebagian.

” Sebab mengingat eksepsi diajukan tergugat ditolak majelis,” katanya.

Tapi dalam putusan ini, kata dia, majelis hakim kembali mempertimbangkan eksepsi diajukan tergugat dengan mendalilkan pihaknya kurang pihak.

BACA JUGA  Ratusan Botol Miras Tak Berizin Terjaring Razia

Untuk itu dia menduga ada sesuatu yang kurang pas sebab ada memang pihak yang terkait perkara ini, dipaksakan untuk dikaitkan sehingga perkara ini membias.

” Dan hal itu dijadikan pertimbangan dalam satu putusan, mereka tidak lagi mempertimbangkan pokok perkara,” katanya.

Kasus gugatan wanprestasi, teregister dengan Nomor perkara 122/Pdt.G/2019/PN Pal, ini berawal antara Para Penggugat dan Tergugat masih mempunyai hubungan keluarga, saudara ipar karena Tergugat merupakan istri dari adik kandung Telly Antolis (Penggugat II) bernama almarhumah Sonya Antokis dan telah meninggal dunia pada 26 November 2015.

Tahun 2011 Para Penggugat menjual rumahnya beralamat di Surabaya Rp 4,5 miliar.

Setelah penjualan rumah tersebut Tergugat bersama dengan almarhumah istrinya mendengar jika Para Penggugat sedang mempunyai uang hasil penjualan rumah, akhirnya melalui istri Tergugat menyampaikan maksudnya untuk meminjam uang sebesar Rp.750 juta, sebagai modal usaha.

Para Penggugat menyetujui permohonan pinjaman uang Rp 750 juta tersebut 24 Oktober 2011 menyerahkannya melalui transfer via Bank Central Asia (BCA) Cabang HR. Muhammad Surabaya dengan kesepakatan akan dikembalikan pada 08 Nopember 2011.

BACA JUGA  Pemda Kabupaten Sigi Meraih Penghargaan Anugerah Kencana 2018 Tingkat Nasional

Sampai batas waktu kesepakatan, tergugat tidak mengembalikan kepada para penggugat.

Telah dilakukan berbagai upaya kekeluargaan tapi tergugat tidak mengembalikan.

Sebaliknya, tergugat membuat laporan patut diduga rekayasa melaporkan Para Penggugat atas dugaan penggelapan dana perusahaan milik Tergugat ke Polda Sulteng.

Karena Tergugat tidak juga menunjukkan iktikad baiknya dan malah melakukan rekayasa fitnah terhadap Para Penggugat akhirnya para Penggugat menempuh upaya hukum berupa laporan dugaan penipuan dan penggelapan atas uang milik Para Tergugat sebesar Rp. 750 juta ke Polda Jawa Timur dengan Tanda Bukti Lapor nomor : TBL/945/VIII/2016/UM/JATIM tertanggal 16 Agustus 2016 ;

Bahwa terhadap laporan tersebut, pihak penyidik Polda Jawa Timur telah dilakukan pemeriksaan baik terhadap Para Penggugat sebagai pelapor, saksi-saksi ataupun Tergugat walaupun akhirnya tidak sesuai harapan Para Penggugat karena pihak penyidik menyimpulkan bahwa perkara antara Para Penggugat dan Tergugat adalah perkara perdata sehingga harus dihentikan proses hukumnya.(*NP)

Komentar

News Feed