BI Sulteng Tingkatkan Sinergi dalam Ketahanan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

0
256

Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono pada pertemuan tahunan Bank Indonesia tahun 2018
PALU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menggelar pertemuan tahunan 2018 dalam rangka sinergi untuk ketahanan dan pertumbuhan menuju Sulteng Bangkit bersinergi membangun negeri.
Pertemuan tahunan kali ini mengangkat tema sinergi untuk ketahanan dan pertumbuhan dengan sub tema sulteng bangkit bersinergi membangun ekonomi. Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tengah dan para Forkompinda Sulteng, yang berlangsung Rabu (19/12/2018), di Hotel Santika Palu.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miyono menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan ekonomi terkini. Khususnya di Sulteng perkembangan ekonominya masih menunjukkan kinerja yang cukup baik.
“Ditengah situasi ekonomi global yang diliput ketidakpastian, perkembangan ekonomi Sulteng masih menunjukkan kinerja yang positip,” ungkap Miyono.
Pada triwulan IV 2018, arah pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap positip mengalami perlambatan sebesar 5,6-5,6 persen secara y-o-y, sebagai dampak dari bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang menerjang Sulawesi Tengah.
Sementara dari sisi size ekonomi, Sulteng menempati peringkat ketiga dikawasan Sulampua setelah Sulsel dan Papua. Hal ini didongkrak oleh peningkatan nilai PDRB Sulteng yang terus meningkat seiring dengan peningkatan kinerja ekspor yang terus membaik. Sehingga nilai ekspor Sulteng paling terbesar di wilayah Sulampua.
Pertumbuhan ekonomi Sulteng yang relatip tinggi dibeberapa tahun terakhir, kata Miyono, secara struktural diikuti dengan proses transformasi. Hal ini terlihat dari pangsa sektor industri pengolahan terhadap PDRB dari 5,67 persen ditahun 2013 kini mencapai 12,09 persen di tahun 2018.
Dijelaskan, dalam konteks ekonomi, tantangan terbesar yang dihadapi Sulteng saat ini adalah pengendalian harga-harga barang dan jasa. Sementara stabilitas keuangan di Sulteng masih terjaga dengan baik.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang relatip tinggi dan berjalannya proses transformasi, kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat semakin membaik.
Berdasarkan data terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurun dari 3,81 persen pada Agustus 2017 menjadi 3,43 persen pada Agustus 2018. Tingkat kemiskinan juga mengalami sedikit penurunan dari 14,14 perseb pada Maret 2017 menjadi 14,01 persen pada Maret 2018.
Seiring dengan terkendalinya inflasi di Sulteng per Maret 2018 sebesar 2,71 persen secara year-on-year.
Ratio gini Sulteng juga semakin membaik dari 0,355 di Maret 2017 menjadi 0,346 di Maret 2018. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah nilai tukar petani (NTP) yang pada November 2018 masih berada di angka 95,70.
Namun dalam konteks Sulteng, BI tentunya akan mendukung sasaran kebijakan yang telah ditetapkan oleh BI Pusat. Demikian halnya dalam pemberdayaan UMKM, pihak BI Sulteng juga terus meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pelaku UMKM diberbagai kota di Sulteng melalui pelatihan di aspek keuangan, kelembagaan dan aspek teknis yang nantinya akan di link kan dengan pelaku usaha besar di Sulteng. Sedangkan pada pengembangan ekonomi industri kreatif, pihak BI juga memberikan perhatian yang berkelanjutan.
REDAKTUR : NILA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here